BEBAS PARKIR: Jalan Pandanaran terlihat lebih lengang dari parkir liar. Kondisi tersebut setelah kebijakan larangan parkir diberlakukan, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
 BEBAS PARKIR: Jalan Pandanaran terlihat lebih lengang dari parkir liar. Kondisi tersebut setelah kebijakan larangan parkir diberlakukan, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BEBAS PARKIR: Jalan Pandanaran terlihat lebih lengang dari parkir liar. Kondisi tersebut setelah kebijakan larangan parkir diberlakukan, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

PEKUNDEN – Larangan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran, tepatnya mulai perempatan pusat oleh-oleh hingga ke kawasan Tugu Muda, Senin (1/12) kemarin, mulai diberlakukan. Sayangnya, kebijakan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas itu belum mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Utamanya yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.

Penolakan antara lain dari juru parkir, pengguna jalan khususnya pengunjung pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha. Seperti yang dilontarkan Meida, operator pusat oleh-oleh Bandeng Juwana. Menurutnya, larangan parkir tentu akan berimbas. Karena jam buka pusat oleh-oleh mulai pukul 06.30 hingga 23.00. Sementara jam layanan shuttle bus yang katanya melayani pengunjung, beroperasi hanya dari 07.00 sampai 22.00.

Salah satu pengunjung pusat oleh-oleh dari Jogjakarta, Hedi mengaku, kesulitan apabila parkir terlalu jauh dari lokasi pusat oleh-oleh. Kurang efektif dan efisein. ”Pemkot lebih baik mengkaji kembali kebijakan tersebut, karena justru mempersulit warga dalam membeli oleh-oleh di Kota Semarang,” katanya, kemarin.

Dari pantauan di Jalan Pandanaran sore kemarin, sejumlah kendaraan juga masih nekat parkir di halaman toko. Sementara itu, sejumlah petugas dari Dishubkominfo juga nampak berjaga-jaga di sekitar Jalan Pandanaran. Untuk mengalihkan kendaraan pengunjung ke Jalan Batan Miroto, di sepanjang depan toko pusat oleh-oleh juga dipasang gason, sebagai pembatasan larangan parkir.

Wali Kota Hendrar Prihadi kemarin meresmikan shuttle bus untuk mengangkut penumpang yang dari titik parkir Jalan Miroto ke pusat oleh-oleh, kebijakan itu sebagai konsekuensi Jalan Pandanaran sebagai larangan parkir. Khususnya dari ruas perempatan Kyai Saleh sampai dengan Tugu Muda. Di kanan kiri badan jalan tidak boleh untuk parkir.

Guna menunjang masyarakat khususnya pengunjung yang akan ke pusat oleh-oleh, disediakan lokasi parkir di sepanjang Batan Selatan. Kemudian disediakan shuttle minibus yang akan mengantar pengunjung ke pusat oleh-oleh secara gratis. Pemkot menyediakan 4 unit shuttle bus dengan kapasitas penumpang 16 penumpang. Jeda waktu antara bus sekitar 10 menit. Jam operasional shuttle bus ini dari pukul 07.00 sampai 22.00. ”Harapannya agar lalu lintas di Jalan Pandanaran menjadi lancar karena pengunjung pusat oleh-oleh mau parkir di kawasan Batan Selatan. Sehingga kawasan Jalan Pandanaran akan lebih tertata dan tertib,” katanya. (zal/mg9/ce1)