MAHIR MAIN KETOPRAK: Gubernur Ganjar Pranowo perang dengan Sekda Sri Puryono dalam pementasan ketoprak dengan lakon Damarwulan Ngenger yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS), Sabtu (29/11) malam kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
 MAHIR MAIN KETOPRAK: Gubernur Ganjar Pranowo perang dengan Sekda Sri Puryono dalam pementasan ketoprak dengan lakon Damarwulan Ngenger yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS), Sabtu (29/11) malam kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

MAHIR MAIN KETOPRAK: Gubernur Ganjar Pranowo perang dengan Sekda Sri Puryono dalam pementasan ketoprak dengan lakon Damarwulan Ngenger yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS), Sabtu (29/11) malam kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

TEGALSARI – Damarwulan yang diperankan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berhasil membunuh musuhnya, Patih Minakjingga yang diperankan Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono. Hal itu dilakukan Ganjar untuk menjaga kerajaan Majapahit yang akan dikudeta oleh Sri Puryono dalam lakon ketoprak Damarwulan Ngenger yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS), Sabtu (29/11) malam kemarin.

Selain itu, pemain ketoprak kali ini melibatkan para pejabat SKPD Provinsi Jateng, Kota Semarang, yang dibantu Ngesti Pandowo. Acara tersebut dimeriahkan pelawak perempuan Yati Pesek yang berperan sebagai Mbok Mban-nya Anjasmoro yang tak lain adalah istri Damarwulan.

”Pimpinan Majapahit waktu itu adalah Ratu Kenconowungu. Beliau mendapat wangsit, kalau yang bisa meredam gonjang-ganjing di kerajaannya adalah Damarwulan. Akhirnya Damarwulan ditugasi untuk menanggulangi Minakjingga. Akhirnya Minakjingga dikalahkan oleh Damarwulan,” ungkap Kristanto, Kepala UPT TBRS Raden Saleh yang berperan sebagai Minak Koncar Senopati.

Aktor perempuan, Yati Pesek yang berperan sebagai Mbok Mban mengaku senang bisa bermain bareng dengan Gubernur Ganjar. Selain itu, dirinya juga mengaku salut dengan peran yang ditampilkan. “Saya salut dengan Pak Ganjar. Meski latihan secara dadakan, namun pentas acara berjalan lancar. Saya juga kaget, bermain dengan cara dadakan,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar menyatakan bahwa ketoprak dengan tema Damarwulan Ngenger merupakan rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-43 Provinsi Jateng yang jatuh pada 29 November 2014. ”Pada intinya dengan tema tersebut untuk memberikan dorongan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)