Empat Rumah Tertimbun Longsor

225
ANCAMAN : Warga membersihkan longsoran tanah di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
 ANCAMAN : Warga membersihkan longsoran tanah di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

ANCAMAN : Warga membersihkan longsoran tanah di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Ancaman tanah longsor di Kabupaten Magelang benar-benar terjadi. Minggu (30/11) pagi, empat rumah warga di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman lereng Pegunungan Menoreh tertimpa longsoran tanah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Laporan yang dihimpun koran ini, empat rumah itu milik Imtihan, 23, Sukri al Tamami, 52 warga Dusun Tegalombo. Kemudian Ismiyanti, 37, Dusun Wonokerto dan Suro Sarji, 45, Dusun Tegalombo. “Sebelum longsor memang hujan sangat deras seharian,” kata Sukri, salah satu korban.

Menurutnya, tanah yang longsor itu berasal dari tebing setinggi dua meter, dengan panjang sekitar 30 meter. Longsoran tanahnya menerjang dinding bagian tengah rumahnya. “Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba ada runtuhan begitu saja,” ungkap dia.

Menurut Sukri, lantaran hujan lebat sejak Sabtu siang, pada Sabtu malam dia tidak berani tidur. Itu karena di dusun tersebut tanahnya labil dan rawan longsor. ”Hujan lebat sejak pukul sebelas siang. Sejak sore saya sudah gelisah melihat ke sekitar rumah khawatir ada tanah longsor. Ternyata jam empat pagi tanah di sebelah rumah saya longsor,” kata kepala keluarga dengan lima jiwa itu.

Lain cerita dengan yang dialami Imtihan. Malam itu dia tidur nyenyak bersama istri dan seorang anaknya yang masih kecil.
“Tahunya hujan es karena terdengar suara keras. Ternyata suara gedhek pagar rumah roboh diterjang tanah longsor dan di dalam air ada genangan air,” katanya.

Di Dusun Tegalombo juga ada satu rumah warga yang terkena tanah longsor, yakni milik Suro Sarji. Tetapi kerusakannya tidak begitu parah.
Sementara itu di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, tanah longsor menghantam dinding kiri rumah Ismiyanti. Akibatnya tembok ruang tamu rumah yang dihuni empat jiwa itu hancur.

Meja kursi dan sebuah lemari juga menjadi hancur. Tanah longsor yang menimpa rumah keluarga adalah tanah pekarangan. Tanah yang longsor itu ketinggian tebingnya sekitar 10 meter, panjangnya juga sekitar 10 meter. ”Sekitar jam lima pagi terdengar suara gemuruh dan gemercik air,” jelasnya.

Kemarin pagi, warga di sekitar rumah korban bergotong royong membersihkan gundukan tanah yang menghantam rumah. Warga melakukan kerja bakti menggunakan peralatan seadanya.

Para korban, terpaksa mengungsi untuk sementara waktu di rumah tetangga dan saudara. Mereka khawatir akan terjadi longsor susulan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengatakan ancaman bencana tanah longsor mulai mengintai jelang puncak musim hujan. “Kami mengimbau kepada warga untuk waspada,” katanya.

Menurutnya, jika warga melihat ada retakan di tanah segera menghindar dan melaporkan ke petugas. “Terutama warga yang tinggal di sekitar tebing dan jurang,” ungkap Joko.

Joko mengatakan hampir seluruh wilayah di Kabupaten Magelang rawan bencana longsor. Beberapa kecamatan memiliki potensi tinggi yakni Kecamatan Salaman, Borobudur, Kajoran, Windusari, Kaliangkrik, Pakis, Ngablak. “Juga Srumbung, Dukun dan Sawangan,” jelas dia.

Sementara itu, di Kecamatan Bandongan sebuah pohon yang berdiri di perengan dekat pasar tiba-tiba roboh dan menimpa pengendara sepeda motor.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 pagi, kemarin. Tidak ada hujan tidak ada angin, pohon mahoni tersebut tiba-tiba ambruk.

Naas, Mustafirloh, 35, warga Sukosari Kecamatan Bandongan yang sedang berboncengan dengan suaminya Miftahudin, 40, tertimpa. Korban kritis dan harus dilarikan ke RSU Tidar Kota Magelang.
“Tadi kena kepalanya dan langsung tidak sadar. Kalau suaminya bisa menghindar,” kata Bripka Donny S, anggota Polsek Bandongan.

Menurutnya, korban tertimpa pohon tepat di bagian kepala. “Ada lukanya. Cukup parah,” kata dia.
Pohon yang tumbang sempat menutup arus lalu lintas beberapa jam. Warga bersama TNI dan Polri kemudian memotong dan meminggirkan pohon tersebut.

Kasno, 52, warga setempat mengatakan pohon ambruk kemungkinan terjadi akibat tanah yang gembur. Apalagi sepanjang malam turun hujan cukup deras. (vie/lis)