UNGARAN- Satlantas Polres Semarang bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika serta dari jajaran TNI, Jumat (28/11) kemarin menggelar Operasi Zebra gabungan di depan markas komando Satlantas di Jalan Diponegoro, Ungaran. Dalam operasi tersebut langsung diterapkan sidang ditempat yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Negeri Ungaran dan Kejaksaan Negeri Ambarawa.

Dalam operasi tersebut ratusan sepeda motor dan mobil diperiksa. Bagi yang melanggar langsung menjalani proses persidangan di lokasi operasi. Persidangan berlangsung singkat, karena para pelanggar langsung diminta membayar denda. Polisi juga berhasil mengamankan, Ruslan, 27, warga Desa Karang Harto, Sulang, Rembang Yamaha Mio, yang dicurigai mengendarai sepeda motor curian.

Sebab Ruslan tidak dapat menunjukan STNK dan ternyata plat nomor sepeda motor H 8212 UB yang digunakanya palsu. Ruslan selanjutnya digelandang ke Satuan Reserse Kriminal Polres Semarang untuk menjalani pemeriksaan. “Saya tidak mencuri, tapi sepeda motor ini baru saya beli dari saudara di Salatiga seharga Rp 2 juta. Rencananya sepeda motor ini akan saya bawa pulang ke Rembang,” kata Ruslan yang berambut gondrong itu.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad melalui Kasat Lantas Polres Semarang AKP Alil Rinenggo mengatakan, hingga hari ketiga Operasi Zebra yang digelar Satlantas Polres Semarang, sudah ada 1000 lebih bukti pelanggaran (tilang). Selanjutnya pada hari ketiga di lakukan operasi zebra dan sidang di tempat yang dilaksanakan di kawasan tertib lalulintas (KTL). “Dalam satu jam saja sudah ada 140 pelanggar yang menjalani sidang ditempat, belum lagi yang disidangkan di Pengadilan. Denda bagi pelanggar yang terjaring di KTL dendanya lebih tinggi,” ungkap Alil.

Sementara itu Kabagops Korlantas Polri, Kombes Istiono yang hadir untuk melihat langsung jalannya operasi mengatakan, operasi rutin selama 14 hari yang digelar dalam rangka cipta kondisi menjelang natal dan tahun baru itu mempunyai sasarannya target tertentu, diutamakan penegakan hukum. “Tujuannya untuk menekan kecelakaan lalulintas fatal. Sebab selama ini korban lakalantas fatal dipicu adanya pelanggaran. Pelanggaran sepert itulah yang membahayakan pengguna lain,” tutur Istiono. (tyo/zal)