Resik-Resik Kali Jadi Gaya Hidup

156
OPTIMALKAN SALURAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar resik-resik kali di Kelurahan Dadapsari, kemarin. (Humas for Radar Semarang)
 OPTIMALKAN SALURAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar resik-resik kali di Kelurahan Dadapsari, kemarin. (Humas for Radar Semarang)

OPTIMALKAN SALURAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar resik-resik kali di Kelurahan Dadapsari, kemarin. (Humas for Radar Semarang)

DADAPSARI – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap kegiatan resik-resik kali bisa menjadi sebagai bagian budaya masyarakat. Kegiatan resik-resik kali tersebut bisa menjadi gaya hidup yang perlu terus dikembangkan. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk penyelamatan lingkungan sekitar dari banjir, rob, dan sarang penyakit.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan resik-resik kali di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, kemarin (28/11). Kegiatan tersebut juga diikuti para pelajar dan masyarakat sekitar, dengan membersihkan lingkungan saluran Jalan Petek. ”Resik-resik kali merupakan bagian yang harus dibudayakan mengingat kondisi topografi Kota Semarang, yaitu terdiri atas wilayah atas dan wilayah bawah,” ujarnya.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, resik-resik kali juga sebagai bagian dari upaya bersama dalam menanggulangi rob dan banjir. Pemkot Semarang sendiri, memiliki sejumlah proyek penanggulangan rob dan banjir. Meliputi pembangunan Waduk Jatibarang, pembangunan kolam retensi kali Banger, serta drainase Muktiharjo Lor dan Kidul.

Adanya berbagai proyek ini, lanjutnya, akan maksimal jika didukung dengan sikap kepedulian bersama seluruh warga masyarakat, dalam menjaga kebersihan. Dengan menjaga lingkungan dari sampah, saluran yang telah ada tetap lancar sehingga tidak menimbulkan genangan. ”Banyak ditemui sampah yang menumpuk dan akhirnya menyumbat saluran. Hal inilah yang akan menimbulkan genangan oleh karenanya diperlukan kesadaran dan kepedulian seluruh warga masyarakat,” terangnya.

Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana menyatakan siap mendorong warganya untuk rajin membersihkan lingkungan, termasuk resik-resik kali dan saluran yang ada. Diakui, Dadapsari merupakan salah satu kelurahan di Semarang Utara yang masih rawan terjadi rob dan banjir. ”Mengubah perilaku masyarakat itu memang sulit, namun kita terus berupaya minimal membuatnya menjadi tahu pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya. (zal/aro/ce1)