Polair Kekurangan Kapal Patroli

226
ADU CEPAT: Personel Polair Polda Jateng saat adu ketangkasan menggunakan perahu karet di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (28/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ADU CEPAT: Personel Polair Polda Jateng saat adu ketangkasan menggunakan perahu karet di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (28/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ADU CEPAT: Personel Polair Polda Jateng saat adu ketangkasan menggunakan perahu karet di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (28/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TANJUNG EMAS – Sedikitnya 50 personel Direktorat Kepolisian Air (Polair) Polda Jateng beraksi dalam adu ketangkasan menggunakan perahu karet di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat pagi (28/11). Dalam lomba itu, setiap kelompok terdiri atas 7 personel. Dengan menggunakan perahu karet dan peralatan dayung, aksi dan kekompakan gaya yang ditunjukkan oleh para polisi air tersebut memukau ratusan penonton yang berada di bibir pantai. Lomba adu tangkas perahu karet tersebut merupakan kegiatan dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun Polair ke-60, yang dihelat jajaran Polda Jateng.

”Total peserta ada 50 personel. Jarak tempuh dayung sejauh 400 meter,” kata Kasubdit Penegakan Hukum Polair Polda Jateng, AKBP Iskandar Sitorus Pane, kepada Radar Semarang, Jumat (28/11).

Dikatakan Iskandar, selain meramaikan HUT Polair, lomba perahu dayung ini bertujuan menguji kemampuan para anggota dalam membantu program pemerintah menuju poros maritim dunia. ”Selain itu juga meningkatkan pengetahuan kelautan, untuk menindak aksi kejahatan di laut,” ungkap Iskandar.

Dijelaskannya, penilaian pemenang lomba dayung polair akan ditentukan oleh tim juri, berdasarkan kecepatan waktu mendayung, kekompakan, serta ketangkasan dalam membalikkan perahu karet. ”Selain, lomba perahu dayung, juga ada lomba renang,” katanya.

Pihaknya melalui kegiatan ini juga melakukan sosialisasi dengan pengguna pelayaran. Sejauh ini, lanjutnya, tingkat pelanggaran di bidang pelayaran dan kelautan masih tinggi. Selain itu, polair hingga kini masih kewalahan karena minimnya jumlah peralatan dan kurangnya personel. ”Kami dalam waktu dekat akan menambah peralatan untuk bantu program maritim dunia,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya baru bisa mengerahkan sebanyak 23 kapal polisi patroli, 35 unit kapal patroli yang ditempatkan masing-masing 1 kapal untuk setiap polres. Wilayah pengawasannya mulai dari Laut Jawa mulai laut Brebes sampai perbatasan Jawa Timur. Sedangkan di wilayah selatan, mulai laut Cilacap sampai perbatasan Jawa Timur.

Meski masih minim peralatan, namun hingga November 2014, pihaknya sedikitnya telah menangani 18 perkara pelanggaran di bidang perikanan dan pelayaran. Beberapa di antaranya telah dilimpahkan dan sudah dilakukan proses hukum di pengadilan.

”Ancaman hukumannya bervariasi, ada yang 6 tahun penjara. Sebagian lagi masih dalam proses penyelidikan,” katanya. (mg5/aro/ce1)