TESTIMONI: CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan testimoni mengenai pembayaran pajak pada acara Tax Payers Gathering KPP Madya Semarang, Kamis (26/11) malam. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TESTIMONI: CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan testimoni mengenai pembayaran pajak pada acara Tax Payers Gathering KPP Madya Semarang, Kamis (26/11) malam. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Target penerimaan pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang tahun ini sebesar Rp 9,1 triliun. KPP Madya Semarang diharapkan memberikan kontribusi sebesar 51,37 persen dari total penerimaan Kanwil DJP Jateng I sebesar Rp 17,7 triliun.

Oleh karenanya, pihak KPP Madya Semarang mengingatkan para pembayar pajak yang terdaftar di lingkungannya, untuk melihat atau menghitung kembali perhitungan pajak yang kemungkinan terlewat dan belum dibayar pada 2014.

“Dengan Tax Payers Gathering ini, diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran wajib pajak dalam melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakannya. Hal itu, pada akhirnya berimbas pada kestabilan negara yang menunjang kenyamanan para pengusaha dalam menjalankan usaha,” ungkap Kepala KPP Madya Semarang, Ramos Irawadi, di sela-sela acara Tax Payers Gathering di Fine Cuisine & Ballroom, Lantai 3 Thamrin Square, Kamis (26/11).

Ramos mengatakan, acara Tax Payers Gathering tersebut digelar guna menjalin komunikasi dan membangun sinergi antara (KPP) Madya Semarang dengan masyarakat pembayar pajak. Sebanyak 60 wajib pajak besar mengikuti acara tersebut. Acara juga menampilkan testimoni dari pembayar pajak besar, di antaranya Irwan Hidayat selaku CEO PT Sido Muncul dan Rahmat Sarwono sebagai CEO PT Jamu Borobudur.

Sementara itu, dalam testimoninya, CEO Sido Muncul, Irwan Hidayat menuturkan, keteladanan menjadi kunci orang mau membayar pajak. Sebab dengan memberi contoh dan teladan yang baik, orang akan percaya sehingga mau membayar pajak. “Kuncinya, adalah keteladanan. Bagaimana pemimpin negeri ini, termasuk orang pajak, dapat memberi teladan dan contoh yang baik, sehingga menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat, khususnya wajib pajak,” tutur Irwan.

Irwan menambahkan, hingga saat ini banyak orang, termasuk pengusaha, yang dengan terpaksa membayar pajak. umumnya orang malas membayar pajak, karena khawatir uang setoran pajaknya diselewengkan, tidak disetorkan ke kas negara. Oleh karena itu, menurut Irwan, diperlukan rasa aman, nyaman dan saling percaya. ”Sebenarnya, kalau ditanya jujur, banyak yang emoh (tidak mau) membayar pajak. Kalau percaya uang pajaknya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, pasti orang akan dengan mudah diajak untuk taat membayar pajak,” tegasnya. (dit/smu)