PEDURUNGAN – Bursa calon Ketua DPD PDIP Jateng diperkirakan akan semakin ramai. Sebab, banyak tokoh senior partai yang diprediksi akan diusung maupun didorong untuk maju memimpin PDIP Jateng. Pemilihan calon Ketua DPD yang dilakukan melalui Konferensi Daerah (Konferda) diharapkan sudah selesai pada Februari 2015 mendatang.

Beberapa nama lain yang diperkirakan meramaikan bursa calon Ketua DPD adalah Bupati Kudus, Mustofa, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan seorang calon lagi yang besar kemungkinan mantan Ketua DPD Murdoko atau ”orang dekat” Murdoko. Namun sejumlah tokoh senior partai juga diperkirakan akan maju. Di antaranya, mantan Bupati Magelang yang juga Ketua DPC Kabupaten Magelang Singgih Sanyoto. Juga Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Semarang.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan di partai, terkadang seorang tokoh diharapkan maju meskipun yang bersangkutan tidak meminta. ”Kadang diusulkan karena dianggap senior, tapi orangnya tidak tahu,” katanya. Mekanisme Konferda sendiri ada 2 tahap, yaitu tahap penjaringan dan konferensi.

Menurut dia, pihaknya akan menerima sebanyak-banyaknya usulan calon. Baik dari PAC, DPC, maupun DPD. ”Setiap kabupaten/kota bisa berbeda-beda sistemnya (pengusulan calon). Kalau wilayahnya luas bisa dikumpulkan usulan per ranting. Kalau wilayah kota, lebih baik serentak,” paparnya. Dari penjaringan tersebut, DPD akan merekomendasikan nama-nama calon Ketua DPD ke DPP untuk dilakukan fit and proper test.

Selanjutnya, DPP akan menyaring nama-nama tersebut menjadi 3 nama. Ketiga calon tersebut akan dilempar ke provinsi untuk mengikuti Konferda. Agustina memperkirakan akan banyak tokoh senior partai yang akan diusulkan maju. Sebab tradisi di PDIP, mereka yang sudah matang menjadi pengurus DPC akan diusulkan ”naik kelas” menjadi pengurus DPD.

Meski begitu dia membantah jika kursi Ketua DPD PDIP Jateng akan menjadi batu loncatan guna mencalonkan diri ke Pilgub 2018. Dia mencontohkan dalam sejarah belum pernah ada Ketua DPD di Jateng maju menjadi cagub. ”Mulai dari Pak Mardijo hingga Pak Murdoko kan tidak maju. Untuk anggapan itu mungkin tidak berlaku di Jateng,” paparnya. (ric/aro/ce1)