Bisa Pakai Kartu Keluarga

78
ANTRE : Puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan PSKS di Kantor Pos Kecamatan Kajen. Meski kartu yang baru belum diterbitkan, warga menggunakan kartu lama atau KK. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
 ANTRE : Puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan PSKS di Kantor Pos Kecamatan Kajen. Meski kartu yang baru belum diterbitkan, warga menggunakan kartu lama atau KK. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

ANTRE : Puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan PSKS di Kantor Pos Kecamatan Kajen. Meski kartu yang baru belum diterbitkan, warga menggunakan kartu lama atau KK. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN- Warga Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kabupaten Pekalongan bisa menggunakan kartu lama, yakni Kartu Perlindungan Sosial (KPS) untuk mengambil bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Selain itu, warga juga bisa menggunakan Kartu Keluarga (KK).

Sebagaimana yang terlihat di Kantor Pos Cabang Kajen, kemarin siang. Sejumlah warga terlihat mengantre untuk mengambil dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Kepala Kantor Pos Cabang Kajen, Tahuri mengatakan penggunaan kartu lama, KPS tersebut dikarenakan kartu baru untuk program PSKS belum jadi. “Kartu yang baru masih menunggu dari pusat. Sehingga masyarakat masih menggunakan KPS,” ungkapnya, Jumat (28/11).

Untuk penerimaan tersebut, lanjut Tahuri, setiap RTS menerima Rp 400 ribu untuk dua bulan atau Rp 200 ribu per bulan. Dalam sehari, untuk Kecamatan Kajen terdapat 850 – 900 RTS. Sehingga jika total RTS di Kecamatan Kajen mencapai 4.485 RTS, maka penyaluran yang di mulai Kamis (27/11) tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga 1 Desember. “Pengambilan juga bisa menggunakan fotocopy KPS itu,” timpalnya.

Terpisah Kepala Dinsosnakertrans, Hari Suminto, memaparkan, sejumlah persoalan yang dialami masyarakat di antaranya kehilangan KPS atau kartu tersebut rusak. Jika hal itu terjadi, kepala RTS harus melapor ke pemerintah desa atau kelurahan. Hal itu dilakukan untuk membuat surat keterangan yang membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah pemegang KPS lama. Jika kepala RTS meninggal dunia, lanjut Hari, pihak keluarga juga harus meminta Surat Keterangan dari Desa atau Kelurahan. “Bantuan tersebut dapat diterimakan pihak kepada keluarga bersangkutan. Terutama istri dengan cara membawa KPS, kartu identitas, KK, atau Surat Keterangan dari Kelurahan atau Desa,” paparnya.

Selain itu, jika RTS pemegang KPS sakit dan tidak dapat meninggalkan tempat, pihak Kantor Pos akan datang ke rumah RTS tersebut didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). “Jika RTS pindah alamat, maka bantuan PSKS hanya dapat dibayarkan ke kantor pos dengan alamat RTS yang terdapat di dalam penerima KPS,” katanya.

Hari berujar, jumlah penerima bantuan PSKS di Kabupaten Pekalongan tahun 2014 sebanyak 59.357 RTS. Oleh karena itu kepada masing-masing kecamatan dihimbau untuk melakukan pemantauan pada saat penyaluran PSKS supaya pelaksanaannya dapat berjalan baik, tertib, dan lancar.

Sementara salah seorang warga, Roin, 70, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan PSKS tersebut. Sebab sebagai buruh tani, Roin mengaku hanya berpenghasilan Rp 20 ribu untuk sehari menanam padi. “Senang dapat bantuan. Uangnya juga utuh, tidak ada potongan dari desa,” ungkap pria yang berencana akan menggunakan dana bantuan tersebut untuk membeli bibit sengon itu. (mg8/ric)

Silakan beri komentar.