TUGU MUDA – Dari 96 peserta yang melamar lelang jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II Pemprov Jateng, hanya 48 yang lolos seleksi administratif. Separo pelamar yang tidak lolos, di antaranya disebabkan tidak lengkap syarat pendaftarannya, tidak mendaftar salah satu jabatan, serta penulisan makalah yang tidak original.

Rincian 48 pelamar yang lolos seleksi administratif itu, yakni sebanyak 15 pelamar jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk); 10 pelamar jabatan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD); 10 pelamar jabatan Kepala Dinas Kesehatan; 10 pelamar jabatan Wakil Direktur Umum (Wadirum) RSUP dr Moewardi, serta 3 pelamar jabatan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD dr Moewardi.

Ketua panitia seleksi (pansel) lelang jabatan, Budi Prayitno, menjelaskan, pendaftar yang tidak lolos tahapan seleksi berikutnya karena tidak lengkap administrasi. Mulai persyaratan izin langsung dari atasan, pangkat eselon tidak memenuhi syarat, hingga tidak memilih jabatan yang spesifik.

”Yang paling banyak karena makalah tidak original ide tulisannya. Jadi, mereka tidak lolos administratif,” katanya saat ditemui Radar Semarang di Wisma Perdamaian, Jumat (28/11).

Budi Prayitno menambahkan, pendaftar lelang jabatan eselon II ini tidak hanya dari lingkungan Pemprov Jateng. Ada juga yang berasal dari kementerian dan lembaga di Jakarta serta kabupaten/kota di Jateng.

Dikatakan, bagi peserta yang lolos administrasi akan mengikuti serangkaian seleksi berikutnya. Di antaranya, ujian tertulis kompetensi teknis (Selasa, 2/12), asesmen independen, tes wawancara, serta rekam jejak dari masing-masing peserta lelang jabatan.

”Nanti setiap jabatan kita pilih tiga calon untuk diajukan ke gubernur. Paling lama 16 Desember mendatang sudah kami serahkan hasilnya,” ujarnya.

Dikatakan, sembilan anggota panitia seleksi sudah melakukan rapat pleno untuk memeriksa semua persyaratan dari peserta. Bahkan untuk makalah peserta, masing-masing panitia memeriksa satu persatu. Tapi memang, dari para pesrta banyak yang makalahnya tidak substansial dan tidak original.

”Isi makalah ada yang tidak terkait dengan tema tentang desa sebagai objek pembangunan,” kata anggota pansel, Myra Diarsy.

Dari 48 peserta yang lolos seleksi administrasi, 8 di antaranya adalah perempuan. Artinya, kata dia, animo masyarakat mengikuti lelang jabatan ini tidak hanya kaum pria saja. ”Nanti dari 48 peserta itu akan disaring untuk mendapatkan yang terbaik,” tandasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, lelang jabatan ini sesuai dengan Undang-Undang No 5 tahun 2004 tentang aparatur sipil negara. Ia memastikan semua berjalan terbuka dan transparan. Ia berharap secepatnya posisi kekosongan pejabat eselon II Pemprov Jateng segera terisi. ”Tidak ada sogok-sogokan dan semua tidak ada biaya,” katanya. (fth/aro/ce1)