Penjualan Pertamax Naik 70 Persen

125

SEMARANG – Paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, cukup berpengaruh terhadap penjualan BBM non subsidi khususnya Pertamax .Sejak kenaikan harga BBM bersubsidi, penjualan Pertamax mengalami kenaikan cukup signifikan yakni 60-70 persen.

Tingginya permintaan Pertamax, menurut General Manager PT Pertamina Retail Fuel Marketing Region IV, Subagyo Hadi Mulyanto, di sela-sela gathering media di Denpasar Bali kemarin, dikarenakan selisih harga antara premium dan pertamax sudah tidak begitu besar, sehingga pilihan penggunaan BBM jatuh ke Pertamax. Selain itu kualitas Pertamax jauh lebih bagus dibanding premium, karena memiliki oktan lebih tinggi.

Ditambahkan penggunaan Pertamax juga lebih hemat dan tidak merusak mesin. Bahkan tarikan mesin menjadi lebih ringan dibanding menggunakan premium. “Bahkan ada SPBU yang penjualan Pertamaxnya naik hingga 100 persen,” tuturnya. Tingginya permintaan premium ini, otomotis meningkatkan jumlah SPBU yang menyediakan Pertamax. Dari 738 unit SPBU yang ada di Jateng-DIY kini sudah 87 persen menyediakan Pertamax dari sebelumnya sekitar 85 persen.

Dicontohkan sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi, penjualan Pertamax di depot Pengapon Semarang sekitar 85 kilo liter (KL) perhari. Namun setelah kenaikan harga BBM bersubsidi penjualan Pertamax naik menjadi 143 KL perhari.

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan Pertamax, diprediksi jumlah SPBU yang menyediakan Pertamax akan bertambah dan diharapkan hingga akhir tahun seluruh SPBU di Jateng-DIY sudah menyediakan Pertamax. Sebaliknya dengan meningkatnya penjualan Pertamax, penjualan premium justru mengalami penurunan sekitar 7 persen. Sedangkan stok jelang Natal dan tahun baru 2015 ,saat ini cukup aman. (tya/smu)