Pedagang Karimata

195
DIPROTES: Lokasi yang akan dibangun tangga menuju lantai II Pasar Karimata. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 DIPROTES: Lokasi yang akan dibangun tangga menuju lantai II Pasar Karimata. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

DIPROTES: Lokasi yang akan dibangun tangga menuju lantai II Pasar Karimata. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

REJOSARI – Rencana pembangunan akses jalan menuju lantai II Pasar Karimata diprotes pedagang. Pasalnya, pembangunan tangga tersebut mengganggu pedagang lama dan menutupi toko di pasar tersebut. Sedianya, ada dua tangga yang akan dibangun untuk memenuhi permintaan PKL Kartini yang direlokasi ke lantai II Pasar Karimata.

Seorang pedagang Pasar Karimata, Magdalena, 56, mengaku keberatan dengan adanya rencana pembangunan tangga tersebut. Menurut dia, letak tangga tersebut sangat mengganggu aktivitas jual-beli.

”Kalau tangganya ditempatkan di depan toko persis jelas mengganggu. Bagaimana dengan dagangan dan para pembeli. Belum lagi tangganya kan buat naik-turun orang,” keluhnya kepada Radar Semarang, Kamis (27/11).

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Karimata, Ngatman, juga keberatan dengan pembangunan tangga tersebut. ”Jalan saja hanya satu meter. Kalau kanan kirinya dibangun tangga nanti apa cukup untuk aktivitas keluar-masuk pedagang dan pembeli. Belum lagi kalau membawa perkakas seperti kurungan ataupun barang lainnya. Jalannya sudah sempit malah ditambahi bangunan tangga,” katanya.

Menurut dia, Pasar Karimata sudah dilengkapi tiga tangga menuju lantai II yang terletak di samping kanan dan kiri pasar serta di dalam pasar. ”Kalau tangga yang lama dilebarkan kami malah tidak keberatan. Intinya sama-sama mencari nafkah. Terpenting tidak saling mengganggu,” tegasnya.

Kabid Pembangunan Pasar Dinas Pasar Kota Semarang Nurkholis mengatakan, sesuai DED rencana pembangunan tangga berada di tempat tersebut. Tapi, rencana pembangunan ternyata mendapat protes dari pedagang lama Pasar Karimata. ”Ini memang kebijakan wali kota dan kepala dinas. Tapi kalau mendapat protes para pedagang, kami akan menyampaikan lagi kepada kepala dinas,” katanya.

Sementara itu, ratusan petugas Satpol PP Kota Semarang kembali menyisir pulau Jalan Kartini yang sedang dibangun taman. Hal ini dilakukan lantaran para PKL masih nekat berjualan di lokasi tersebut. ”Kami menurunkan 100 lebih petugas untuk menyisir dari ujung barat hingga ke timur yang ditempati para pedagang burung,” ujar Kepala Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir. (mg9/aro/ce1)