Pasar Modal Gaet Anak Muda

118

SEMARANG – Berbagai produk pasar modal gencar dikenalkan ke anak muda. Selain sebagai bentuk edukasi investasi jangka panjang, juga antisipasi terhadap ancaman investasi bodong yang kian marak.

Branch Manager Panin Sekuritas Semarang Marwahyudi, kemarin (27/11) mengatakan, segmen ini sangat potensial. Edukasi yang tepat akan menggiring mereka untuk lebih peduli pada investasi jangka panjang.

“Kadang ada yang bilang investasi hanya untuk orang kaya. Padahal, karena pendapatan yang terbatas, maka perlu diprogram sejak dini. Ada juga yang termakan iming-iming kaya dengan instan, akhirnya malah terjebak investasi bodong. Ini yang kita hindari,” ujarnya.

Edukasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menggaet anak muda. Yaitu dengan mendatangi kampus-kampus serta menurunkan angka minimal untuk berinvestasi ke nominal yang lebih terjangkau untuk kalangan mahasiswa. “Kalau dulu mau ikut reksadana minimal harus Rp 10 juta, sekarang Rp 100 ribu sudah bisa. Dari situ juga mereka kami ajarkan cara menghitung,” tandasnya.

Bagi pemula, ucap Marwahyudi, produk reksadana ini yang disarankan, karena minim resiko. Namun bila ada yang ingin mulai bermain saham juga bisa, dengan catatan memang sudah jeli membaca peluang. “Selama ini orang berpikir pasar modal seperti saham itu semacam judi. Padahal tidak, kita tidak sembarangan mengambil saham, tapi juga dilihat trennya. Seperti tahun depan, saham infrastruktur dan pendukungnya yang diprediksi akan baik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi mengungkapkan bahwa pasar modal mulai banyak diminati oleh masyarakat. Terlihat dari antusias masyarakat dalam mengukuti sekolah pasar modal. “Khusus untuk yang diadakan di kantor PIMP Semarang saja tiap tahunnya bisa mencapai 250 peserta. Jumlah ini terus bertambah, seiring dengan banyaknya permintaan materi pasar modal di kampus-kampus,” jelasnya. (dna/smu)