DIRINGKUS- Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H. Dinata memeriksa tersangka judi togel, Supardi. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DIRINGKUS- Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H. Dinata memeriksa tersangka judi togel, Supardi. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Upaya memberantas penyakit masyarakat berupa perjudian di wilayah hukum Polres Semarang terus dilakukan. Setelah sebelumnya meringkus Wiwik Suwito, 56, warga Kupang Lor Ambarawa karena mengecerkan judi togel Kuda Lari.
Belum lama petugas Unit Reskrim Polsek Ambarawa meringkus seorang pengecer judi toto gelap (togel) jenis Kuda Lari, Supardi, 35, warga Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa. Dari tangan tersangka polisi menyita satu lembar kupon judi togel Singapura, satu lembar kupon judi togel Kuda Lari, uang Rp 51 ribu, satu handphone Nokia seri 1280 warna ungu dan sebuah buku angka jitu mimpi.

Waka Polres Semarang, Kompol Erwin Harta Dinata mengatakan, Supardi di tangkap setelah sebelumnya ada keluhan masyarakat tentang aktivitas perjudian. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata di rumah tersangka melakukan penjualan judi togel di rumahnya. Modusnya, pembeli datang langsung untuk memasang nomor tebakan dan membayar uang taruhan. Selain itu juga membuka pembelian secara online via ponsel. “Kita tangkap di rumahnya dari pengakuan tersangka uangnya disetor kepada Teguh, sebagai pengepul. Kita masih mengejar pengepulnya Teguh untuk dapat meringkus bandarnya,” tutur Wakapolres, Kamis (27/11) kemarin.

Sementara itu tersangka Supardi mengaku awalnya dia pelanggan judi togel. Selanjutnya ditawari untuk menjadi pengecer dengan komisi 17 persen dari total omzet. Dalam sehari omzetnya mencapai antara Rp 100 ribu sampai Rp 125 ribu. “Saya hanya buruh tani, jadi saat ditawari dengan bagi hasil 17 persen dari omzet sudah lumayan buat sambilan. Sebenarnya saya belum lama, baru satu bulan jadi pengecer togel,” kata Supardi yang hanya lulus SMEA itu saat ditemui dalam gelar perkara di Mapolres Semarang. (tyo/zal)