Dua Kantor Kelurahan Terancam Mangkrak

69

SALATIGA – Label bangunan mangkrak di Salatiga bakal bertambah. Pasalnya, dua proyek pembangunan kantor kelurahan baru, yakni Kelurahan Kutowinangun Lor dan Kelurahan Tingkir Tengah sudah setahun ini tidak juga dikerjakan. Padahal pembangunan masing – masing sudah mencapai 50 persen.

Kantor kelurahan Tingkir Tengah yang lama dinilai kurang represetatif karena letaknya yang menjorok ke dalam. Sementara Kelurahan Kutowinangun Lor adalah pemekaran dari Kelurahan Kutowinangun.

Camat Tingkir, Nunuk Dartini tidak menampik hal tersebut. “Kami sangat berharap pembangunan bisa segera diselesaikan untuk memaksimalkan pelayanan publik. Harapan kami tentunya bangunan tidak mangkrak,” terang Nunuk saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin pagi.

Dijelaskan, bakal kantor kelurahan Kutowinangun Lor seharusnya tahun ini selesai. Terlebih ia mendengar kabar jika alokasi anggaran untuk menyelesaikan pembangunan kantor kelurahan itu sudah ada di penetapan 2014. “Kalau tidak salah di Dinas Cipkataru, tetapi kami tidak tahu mengapa tidak terealisasi penyelesaiannya,” jelas Nunuk.Terlebih pengkodean kelurahan baru sudah keluar dari pemerintah pusat sehingga harapannya bisa terealisasi pemekaran kelurahan Kutowinangun.

Disinggung mengenai pembangunan yang sudah terlaksana, ia menjelaskan jika alokasi anggaran yang sudah terserap untuk membangun sekitar Rp 800an juta per kelurahan. Sementara usulan pengajuan adalah Rp 1.6 miliar per lokasi.

Terpisah, ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga, M Kemat juga mengharapkan hal serupa. “Kami sudah mengusulkan untuk segera menyelesaikan pembangunan kedua kantor kelurahan itu agar tidak mangkrak. Harapannya cepat selesai,” terang Kemat saat ditemui wartawan.

Politisi PDIP ini menyebutkan jika dirinya memang sudah mengetahui ada rencana usulan sebesar Rp 1.8 milyar untuk penyelesaian kedua bakal kantor kelurahan tersebut. “Harusnya bisa masuk dalam penetapan 2015 dan selesai dikerjakan,” imbuhnya. (sas/zal)

Silakan beri komentar.