BARUSARI – Anang Suripto, 35, warga Perumahan Greenwood Blok II, Gunungpati, Semarang, terpaksa dilaporkan di Mapolrestabes Semarang. Pria yang berprofesi sebagai pemborong proyek pengurugan tanah tersebut diduga melakukan tindak pidana penipuan uang senilai Rp 423 juta. Pelapornya, Paulus Anandaju, 47, warga Semarang. Korban merasa ditipu oleh terlapor, karena uang ratusan juta yang sedianya untuk modal proyek pengurukan tanah ludes tanpa kejelasan.

”Awalnya saya dikenalkan oleh seorang rekan dengan terlapor. Setelah terjadi perbincangan, Anang bilang butuh modal usaha proyek pengurukan tanah di daerah Kudus,” kata Paulus kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (27/11).

Saat itu, Anang mempresentasikan perihal proyek pengurukan tanah seluas 23 ribu kubik yang sedang digarap. Dalam perbincangan itu, korban diminta menanam modal dengan janji bagi hasil keuntungan senilai Rp 1.000 per kubik. ”Dia juga janji dalam waktu satu bulan, uang modal itu akan dikembalikan dengan alasan target proyek itu akan diselesaikan dalam waktu satu bulan,” ujarnya.

Mendengar janji manis terlapor, korban tergiur dan menyetujui menanam modal senilai Rp 423 juta. ”Saya menyerahkan uang modal tersebut dalam dua tahap, yakni pada pertengahan November dan awal Desember 2012,” katanya.

Namun setelah waktu jatuh tempo seperti dalam perjanjian tiba, uang modal tidak dikembalikan oleh terlapor. Keuntungan seperti yang dijanjikan juga tidak pernah diterima. ”Bahkan sampai sekarang, uang modal itu tidak dikembalikan,” ujarnya kesal.

Korban mengaku telah berkali-kali meminta kejelasan perihal uang modal tersebut. Namun Anang selalu berkelit, dan beralasan macam-macam. Bahkan, belakangan sulit dihubungi. Karena tidak bisa diselesaikan baik-baik, korban akhirnya memilih penyelesaian melalui jalur hukum. Ia melaporkan Anang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada 10 Januari 2014 dengan nomor laporan polisi: LP/B/53/I/2014/Jtg/Res tbs. Namun anehnya, hingga hampir setahun, laporannya tak kunjung ditangani oleh penyidik Reskrim Polrestabes Semarang.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono, saat dikonfirmasi mengatakan, kasus ini masih dalam penanganan. ”Proses penyelidikan masih berjalan, tapi semua butuh proses,” katanya. (mg5/aro/ce1)