Angka Kemiskinan Diprediksi Melonjak

150

GEDUNG BERLIAN – Jumlah penduduk miskin di Jateng diperkirakan akan bertambah sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut diperkirakan membuat upaya pemprov untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi sia-sia.

Anggota Fraksi PPP DPRD Jateng Hartinah mengatakan jumlah penduduk miskin di provinsi ini pada bulan Maret 2014 sebesar 4,836 juta jiwa atau 14,46 persen dari jumlah penduduk. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding bulan September 2013 akibat adanya kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat. Dengan demikian menurut FPPP target Gubernur untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,05–8,75 persen pada tahun 2015 menjadi seperti bermimpi. ”Sebab justru di akhir tahun 2014 ini dan awal 2015 nantinya jumlah penduduk miskin di Jateng akan meningkat tajam akibat kenaikan harga BBM dan melambungnya harga komoditas bahan pokok masyarakat,” katanya.

Dia juga menyoroti peningkatan perekonomian daerah berbasis potensi unggulan daerah yang menjadi prioritas Gubernur di tahun 2015. Menurutnya, keunggulan potensi daerah faktanya tidak didukung oleh komitmen, kontinuitas dan anggaran yang memadai, sehingga tidak sedikit potensi unggulan daerah yang hanya tinggal cerita. ”Apalagi bantuan keuangan untuk kabupaten/kota dari provinsi seringkali tidak sinergis dengan upaya peningkatan keunggulan daerah,” lanjutnya.

Di samping itu, alih fungsi lahan pertanian produktif untuk perkantoran, perumahan dan pabrik terus berlangsung seakan mendapat restu dari pemprov. Sementara program kartu petani dan nelayan yang dulu dijanjikan gubernur seakan hilang ditelan zaman. ”Jika demikian kondisinya apa sebenarnya komitmen dan blue print pembangunan perekonomian di Jateng,” tanyanya. (ric/zal/ce1)