123 Insan Pendidikan Diapresiasi Rp 1,1 M

153
 MENDENGARKAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat pemberian penghargaan insan pendidikan berprestasi Jateng, di halaman Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11). (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)

MENDENGARKAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat pemberian penghargaan insan pendidikan berprestasi Jateng, di halaman Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11). (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)

SEKAYU – Pada peringatakan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo memberikan apresiasi kepada 123 insan pendidikan berprestasi mulai dari siswa, guru, pengawas, dan tutor, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan tersebut berupa dana sejumlah Rp 1.170.000.000.

Apresiasi tersebut diberikan Gubernur sesaat setelah penringatan HGN di halaman Setda Jateng Selasa (25/11) lalu. Secara simbolis penghargaan tersebut diberikan kepada Justin Adrian Halim (SD Pangudi Luhur 2 Surakarta) peraih medali emas Internasional Mathematics Competitions, Firman Jiddan (SD Hj Isriati Baiturahman) peraih medali perak IMC, Angger Putri Tanjung (SMAN 1 Rembang) peraih medali emas International Highh School Art Festival, Jamal Habbibur Rahman (SMPN 2 Rembang) medali emas OSN bidang IPS, Yoga Fitra Pratama (SLB A YAAT Klaten) medali emas FLS2N, serta Novi Indri Astuti (SMAN 1 Wanadi Banjarnegara) peraih medali emas FLS2N.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai saat ini kesejahteraan guru memang belum diberikan secara baik, meski demikian bukan waktunya guru untuk berkeluh kesah namun berjuang bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. ”Memang sudah ada sertifikasi guru, namun belum semua guru memperolehnya. Di sisi lain masih banyak juga guru honorer yang kesejahteraannya juga belum layak,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, guru merupakan tulang punggung bangsa dan mereka tidak sendirian, maka banyak bantuan masyarakat diharapkan. ”Sambutan tadi bukan hanya sekadar lisan, tapi surat untuk ibu bapak guru. Diakui kita belum bisa menyejahterakan dengan baik, tapi kondisi sekarang ini tidak ada tempat mengeluh, kita harus terus bersemangat dalam mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jateng Drs Nur Hadi Amiyanto MEd mengungkapkan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, perlu kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat sendiri. ”Tantangan Jateng masih sangat berat terutama untuk pendidikan menengah. Angka Partisipasi Kasar (APK) Jateng baru 71 persen, artinya setiap 100 anak lulusan SMP sederajat hanya 71 anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK atau MA. Ini masalah yang harus kita pecahkan bersama, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah,” tandasnya. (zal/ce1)