Tunjangan Meningkat, Guru Harus Lebih Profesional

144

UNGARAN- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Semarang, Adi Prasetyo meminta seluruh guru di Kabupaten Semarang untuk lebih profesional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Semarang. Selain itu Adi meminta agar seluruh guru lebih kreatif dalam menyampaikan pelajaran kurikulum 2013 ini.
“Saya memberi penakanan pada guru-guru agar lebih profesional, apalagi tunjangan profesinya juga sudah bagus,” tutur Adi Prasetyo, Rabu (26/11) kemarin.

Menurut Adi, kualitas guru-guru dan sekolah di Kabupaten Semarang sudah meningkat. Dalam peringatan hari Guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang juga telah memberikan penghargaan kepada 11 guru dan 5 sekolah di Kabupaten Semarang meraih prestasi. Harapannya guru-guru dan sekolah berprestasi ini dapat menularkan semangatnya dan dapat menginspirasi guru dan sekolah lainnya. “Sekarang ini tidak hanya di sekolah perkotaan saja, banyak sekolah pinggiran justru prestasinya tidak kalah dengan sekolah-sekolah perkotaan. Ada beberapa sekolah yang memang jauh dari peradaban kota tetapi hasil monitoring kami, banyak sekolah-sekolah di pinggiran yang sudah baik,” kata Adi.

Lebihlanjut Adi mengatakan, saat ini para guru sudah siap melaksanakan kurikulum 2013. Selain itu buku juga sudah ada tinggal tahap pengiriman. Sehingga pada Januari 2015 nanti siswa sudah dapat menggunakan buku kurikulum 2013. Guru-guru juga sudah diberi bekal dan melaksanakan implementasinya.

Terpisah Ketua Gerakan Nasional Orangtua Asuh Kabupaten Semarang, Zainal Abidin mengatakan, mutu pendidikan di Kabupaten Semarang sampai saat ini sudah bagus dan merata hingga sampai pinggiran. Seperti di SMP Susukan guru-gurunya sudah kreatif menggunakan kalender bekas untuk alat belajar. Selain itu partisipasi masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan juga cukup baik. Pemerintah juga sangat konsen dalam meningkatkan pendidikan, salah satunya dengan membangun sarana prasarana penunjang pendidikan di sekolah-sekolah, seperti perpusatakaan serta kamar mandi dan toilet.“Secara umum saya melihat mutu pendidikan di sini sudah bagus. Tinggal meningkatkan lagi kreatifitas sekolah dan para gurunya,” kata Zainal Abidin.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang itu menambahkan untuk kurikulum 2013 menurutnya sebuah proyek pemerintah yang terlalu dipaksakan. Sebab saat ini di daerah-daerah termasuk Kabupaten Semarang masih belum mampu melaksanakan. Selain kurangnya sarana dan prasarana, juga belum siapnya para guru dengan kurikulum baru itu. “Sarana dan prasarana seperti buku masih belum ada. Selain itu para guru juga belum siap, mereka belum memahaminya, jadi pelaksanaannya harus dievaluasi lagi,” tandasnya. (tyo/zal)