Penyelundupan Pupuk Rugikan Petani

119

DEMAK- Penyelundupan dua truk pupuk bersubsidi sekitar 17 ton yang kasusnya kini ditangani kepolisian dinilai telah merugikan petani. Sebab, pasokan atau jatah pupuk ke petani sebagaimana yang telah ditentukan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebelumnya menjadi berkurang.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Demak Ir Wibowo melalui Sekretarisnya, Wiwin Edi Wibowo mengatakan, adanya kasus tersebut cukup berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan pupuk subsidi kepada petani. “Meski demikian, untuk pemberian sanksi pada pihak terkait yang terlibat, kita tetap menunggu hasil penanganan pihak kepolisian lebih dulu,”kata dia kemarin.

Menurutnya, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) sudah melakukan langkah-langkah utamanya dalam menelusuri terjadinya penyelundupan pupuk subsidi tersebut. “Kita menduga pelaku penyelundupan ini ada motivasi mencari keuntungan sendiri,” jelasnya. Menurutnya, untuk mengenali pupuk bersubsidi cukup mudah. Diantaranya bisa dilihat dari warna pupuk tersebut. Untuk pupuk jenis TSP misalnya, berwarna hitam, urea berwarna oranye, ponska warna merah, ZA warna pink, dan petroganik warna mirip tanah. (hib/zal)