Kebutuhan Pekerja Tekstil Meningkat

167

SEMARANG – Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri tekstil terus meningkat, seiring dengan tumbuhnya sektor ini. Penyerapan tenaga kerja ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, pertumbuhan industri di Jawa Tengah khususnya tekstil terbilang positif. Hal ini dapat terlihat dari permintaan pasar yang tinggi khususnya untuk pasar asing. “Tingginya permintaan pasar asing tersebut tidak lepas dari daya saing yang juga meningkat,” ujarnya, kemarin.

Daya saing yang meningkat juga akan diiringi peningkatan produksi industri yang bisa lebih dari tiga kali lipat. Dalam hal ini, Jateng menjadi salah satu daerah yang harus mempersiapkan diri mengingat ada beberapa kawasan industri yang terdapat di daerah ini. Di antaranya Boyolali dan Kendal. “Semakin baiknya pertumbuhan sektor tersebut diharapkan bisa menekan angka pengangguran di Jawa Tengah bahkan bisa menyerapkan tenaga kerja dari luar daerah,” urainya.

Namun demikian, ucapnya, efisiensi serta produktifitas terkait penyerapan tenaga kerja ini juga harus diperhitungkan. Salah satu upaya untuk meningkatkannya yaitu dengan mendorong pemilik usaha agar memberikan fasilitas yang memadai kepada para pekerjanya. Salah satunya fasilitas tempat tinggal. Pekerja pabrik yang tinggal jauh dari tempat kerjanya akan berakibat pada menurunnya produktivitas kerja.

Terkait kondisi tersebut saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha agar menyediakan fasilitas rumah berbentuk vertikal yang letaknya berdekatan dengan tempat kerja. “Dengan penyediaan fasilitas rumah vertikal tersebut maka akan semakin banyak unit tempat tinggal yang bisa dimanfaatkan oleh para pekerja tanpa memakan lahan yang terlalu luas,” tandasnya. (dna/smu)