Cari Celah agar Banding Mulus

127
BERHARAP AMPUNAN: Yoyok Sukawi dkk berharap agar hukuman untuk skuad PSIS diperingan dalam banding yang diajukan, terkait sepak bola gajah. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
 BERHARAP AMPUNAN: Yoyok Sukawi dkk berharap agar hukuman untuk skuad PSIS diperingan dalam banding yang diajukan, terkait sepak bola gajah. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

BERHARAP AMPUNAN: Yoyok Sukawi dkk berharap agar hukuman untuk skuad PSIS diperingan dalam banding yang diajukan, terkait sepak bola gajah. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Manajemen PSIS Semarang mengaku telah menerima salinan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI buntut dari sepakbola gajah yang mereka lakoni versus PSS Sleman beberapa waktu yang lalu. Surat putusan tertanggal 11 November 2014 tersebut berisi tentang 24 lembar putusan sanksi personal yang telah diberikan oleh Komdis kepada punggawa PSIS beberapa waktu lalu.

“Surat putusan sanksi sudah kami terima. Karena keputusan melalui faksimile pada 25 November, maka sesuai kode disiplin tenggat waktu banding diberikan selambatnya 14 hari setelah diterimanya surat,” kata General Manajer (GM) PSIS, Kairul Anwar.

Setelah menerima surat tersebut, kata Kairul, pihaknya akan bergerak cepat untuk segera mengajukan banding kepada Komisi Banding (Komding) PSSI Pusat. Dikatakan, dalam dua hari ini akan dipelajari dulu putusan dari Komdis tersebut, setelah itu baru akan membuat memori banding.

Yang jelas, menurutnya, dalam banding mendatang, Kairul mengatakan, pihaknya telah membentuk tim advokasi yang diketuainya dan dianggotai oleh Yakub Adi Krisanto, Dwi Nuryanto, Paulus Sirait, R Agung Utoyo, Tri Yunianto, M Reza Kurniawan dan juga Lina Apriliani.

Nah terkait dengan banding yang akan diajukan PSIS tersebut, pekan depan rencananya manajemen akan kembali mengumpulkan pemain-pemain PSIS yang kemarin menerima sanksi personal dari Komdis PSSI. “Yang jelas kami akan bergerak cepat, setelah mendalami materi pekan depan rencananya kami akan mengumpulkan pemain untuk membuat memori banding. Soal tim advokasi semua kami pilih karena memang mereka memahami soal sepak bola,” sambung Kairul yang juga menjabat sebagai Ketua Komding Asprov PSSI Jateng itu.

Dalam banding yang akan mereka ajukan mendatang, kata Kairul ada beberapa hal yang akan diajukan oleh PSIS. Salah satunya yaitu penerapan pasal yang digunakan oleh Komdis untuk memberikan hukuman kepada PSIS.

Jika dilihat dalam putusan tersebut lanjut Kairul, Komdis menggunakan Pasal 69 jo, Pasal 33 jo, pasal 144 kode disiplin PSSI 2014, Statuta PSSI, Statuta AFC, Statuta FIFA dan Fair Play Code FIFA untuk menghukum PSIS. “Nah, statuta itu sendiri apa bunyinya juga masih belum jelas. Namun yang jelas asas keadilannya yaitu harunya hukuman bersifat memberikan efek jera dan mendidik, tapi yang terjadi saat ini sanksinya kan malah membinasahkan. Dan kami menegaskan kepada Komdis kalau memang tidak ada rekayasa ya jangan bicara soal rekayasa,” tegas Kairul. (bas/smu)