Simon Legiman. (ISMU P/RADAR SEMARANG)
Simon Legiman. (ISMU P/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengurus Pusat (PP) Pertina memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengajukan menjadi penyelenggara babak kualifikasi atau Pra PON cabor tinju untuk PON 2016/Jabar. Syarat untuk menjadi penyelenggara Pra-PON adalah harus mendapatkan surat persetujuan dari gubernur, DPRD dan KONI provinsi.

Atas tawaran tersebut, Jateng menyatakan berminat untuk menjadi tuan rumah Pra-PON wilayah tengah. Keuntungan menjadi tuan rumah adalah para petinju lebih memiliki kepercayaan diri, sehingga memperbesar peluang untuk merebut tiket ke PON 2016/Jabar.

Ketua Umum Pengprov Pertina Jateng, Simon Legiman mengatakan, dalam pencalonan tuan rumah, kata Jatmiko, Jateng akan bersaing dengan DKI Jakarta yang juga berambisi menjadi penyelenggara Pra-PON wilayah tengah. ”Harapan kami, memang menjadi tuan rumah Pra-PON. Untuk ini kami butuh dukungan dari Pemprov, DPRD dan KONI,” kata Simon Legiman, kemarin.

Pra-PON dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Barat, Tengah dan Timur. Wilayah Barat meliputi Sumatera dan Banten, sedangkan Timur NTT, Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat. Jateng akan bersaing dengan para petinju wilayah Tengah dalam babak kualifikasi PON tahun 2015 mendatang. Berada di wilayah ini adalah Jawa, Bali, NTB dan Kalimantan. Provinsi mana yang menjadi tuan rumah Pra PON masing-masing tiga wilayah tersebut belum diputuskan oleh PP Pertina.

Sementara, Sekum Pengprov Pertina Jateng Soedjatmiko mengatakan, PP Pertina telah memutuskan sebanyak 176 petinju akan bertarung di ajang PON Jabar 2016 mendatang. Kuota tersebut diputuskan dalam Mukernas yang telh digelar PP Persitna beberapa waktu lalu. ”Kuota petinju pada PON 2016 kelak adalah 176 orang. Untuk mengisi kuota itu diadakan Pra-PON yang terbagi menjadi tiga wilayah. Kami harus mempersiapkan para petinju dengan matang agar meloloskan atlet sebanyak-banyaknya di PON Jabar tahun 2016,” katanya. (bas/smu)