Pelukis Protes Soal Congyang

95
SINDIRAN: Salah satu pengunjung mengamati lukisan congyang di pameran lukisan ’Tuang Semarang’ di CB31 Art Space Gallery kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
 SINDIRAN: Salah satu pengunjung mengamati lukisan congyang di pameran lukisan ’Tuang Semarang’ di CB31 Art Space Gallery kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SINDIRAN: Salah satu pengunjung mengamati lukisan congyang di pameran lukisan ’Tuang Semarang’ di CB31 Art Space Gallery kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

JAGALAN – Para seniman muda memprotes diskriminasi minuman keras khas Semarang, congyang, yang kerap dituding pemicu tindak kejahatan. Pemerintah seolah malah mendukung beredarnya miras dengan brand luar negeri yang kadar alkoholnya justru lebih besar.
Aksi protes tersebut dituangkan dalam 30 karya seni lukis yang dipamerkan di CB31 Art Space Gallery, Jalan Cinde Barat 1 No 31, Sabtu-Minggu (22-30/11).

Ketua panitia Fariza Khumaedi menuturkan, selama ini pihak berwajib hanya menggerebek para penjual miras yang asli made in Semarang. Padahal kadar alkoholnya jauh di bawah miras lain yang beredar terang-terangan di tempat-tempat hiburan malam elite. ”Padahal congyang sudah lolos Departemen Kesehatan RI lho. Kok masih dioprak-oprak juga,” keluhnya.

Bukan bermaksud mendukung penjualan miras secara bebas, namun Fariza hanya menyayangkan mengapa pemerintah seolah menghadang produk yang berpotensi bisa dijual hingga luar daerah.

”Banyak teman-teman dari daerah lain yang ’nitip’ suruh membawakan congyang sebanyak-banyaknya ketika saya mau berkunjung ke tempat mereka. Ini membuktikan bahwa pasar congyang mulai diminati banyak kalangan,” paparnya.

Senada dengan Anto Tantowi. Pelukis asal Kedungmundu ini memprotes kebijakan pemerintah lewat lukisan berjudul Bangki dan Lahir. Doodling pensil di atas kanvas seluas 21×30 cm ini menggambarkan para dewa dan monster sedang asyik menikmati sebotol miras. ”Ini hanya imajinasi saya soal miras. Intinya, congyang yang kerap disebut minuman cap tiga dewa ini bisa menjadikan peminumnya berubah menjadi monster tanda kutip,” ungkapnya. (mg16/aro/ce1)

Silakan beri komentar.