Pasar Dargo Minim Fasilitas

140
MASIH SEPI : Kondisi Pasar Dargo masih minim fasilitas dan belum banyak konsumen yang datang mencari barang klitikan di pasar tersebut pascapindah dari PKL Kartini. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
 MASIH SEPI : Kondisi Pasar Dargo masih minim fasilitas dan belum banyak konsumen yang datang mencari barang klitikan di pasar tersebut pascapindah dari PKL Kartini. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

MASIH SEPI : Kondisi Pasar Dargo masih minim fasilitas dan belum banyak konsumen yang datang mencari barang klitikan di pasar tersebut pascapindah dari PKL Kartini. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

KEBONAGUNG – Pasar Dargo yang sekarang ditempati para pedagang relokasi PKL Kartini kondisinya memprihatinkan. Selain minim fasilitas, bangunan tersebut tidak nyaman untuk dipakai berjualan. Para pedagang menilai bangunan Pasar Dargo yang mati suri selama empat tahun lebih tidak layak untuk ditempati. Hingga kemarin, baru sekitar 40-an PKL Kartini yang pindah ke pasar tersebut.

Salah satu pedagang, Sunar, 51, mengakui, kondisi bangunan Pasar Dargo memang tidak nyaman, dan tidak layak untuk digunakan berjualan. Menurutnya, kondisi dalam ruangan sangat panas. Fasilitas di dalam ruangan pasar juga tidak maksimal.

”Saluran pembuangan air dan kipas angin, belum ada, padahal tempat di sini sangat panas. Lampu penerangannya juga masih kurang. Kalau kondisinya seperti ini terus, lama-lama pedagang tidak betah jualan di tempat ini,” keluhnya kepada Radar Semarang, Minggu, (23/11).

Di Pasar Dargo hanya tersedia 2 MCK. Para pedagang berharap pemerintah menambah fasilitas supaya pedagang dan pembeli merasa nyaman. ”Paling tidak ruangan ini membutuhkan 18 kipas angin. Kalau bisa MCK ditambah, sebab nantinya yang akan berjualan ditempat ini kan ada 117 pedagang yang sebelumnya menempati PKL Kartini,” harapnya.

Hal sama diungkapkan anggota Pengurus Paguyuban Pedagang Kartini Semarang (PPKS) Bagyo. Dia mengatakan, pemerintah harus mengupayakan fasilitas kebutuhan pedagang yang sudah bersedia pindah ke Pasar Dargo. ”Lampu penerangan perlu ditambah. Saluran pembuangan secepatnya dibenahi,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mangatakan, pihaknya telah memberikan fasilitas berupa lampu penerangan. Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan fasilitas tempat sampah di dalam pasar.

”Kalau kipas angin nanti kita akan mengupayakan. Kami juga sudah pasang tandon air di atas. Kalau MCK kan sudah ada. Kami nantinya juga akan pasang papan pengumuman di lokasi PKL Kartini terkait pindahnya tempat pedagang klitikan ke Pasar Dargo. Kami sudah buatkan, dan besok Senin akan kita pasang,” janjinya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, berjanji akan segera melakukan tinjauan langsung ke lapangan.
”Dalam waktu dekat kami akan sidak ke Pasar Karimata dan Pasar Dargo, termasuk Pasar Bulu dan Pasar Peterongan. Ini supaya kami lebih tahu kondisi langsung di lapangan,” katanya. (mg9/aro/ce1)