MUKA LAMA: Doni Prasetyo, salah satu pemain andalan Jateng di Kejurnas mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
 MUKA LAMA: Doni Prasetyo, salah satu pemain andalan Jateng di Kejurnas mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

MUKA LAMA: Doni Prasetyo, salah satu pemain andalan Jateng di Kejurnas mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 20 pengprov PTMSI se-Indonesia akan meramaikan Kejurnas Tenis Meja 2014 yang akan berlangsung di GOR Jatidiri Semarang, 27-30 November mendatang. Bersamaan dengan even ini, digulirkan pula Kejurda Tenis Meja yang diikuti oleh 30 pengkab/pengkot PTMSI di Jateng.

”Ini baru pertama kali ada di Indonesia, pelaksanaan kejurnas dan kejurda cabang olahraga dibarengkan waktunya,” kata Ketua Penyelenggara Kejurnas/Kejurda M Farchan.

Menurut Farchan yang juga ketua harian Pengprov PTMSI Jateng, pihaknya menggelar even ini dalam rangka ikut memajukan pembinaan tenis meja di tingkat nasional. Khusus untuk kejurda, dalam upaya menjaring pemain berbakat dan program regenerasi atlet.

Bagi Jateng, sambung dia, kejurnas bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji coba menghadapi babak kualifikasi PON tahun 2015. Dijelaskan dia, acara welcome party sekaligus pembukaan akan digelar Rabu (26/11) malam. Menurut rencana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bakal membuka resmi kejurnas ini.

Farchan menambahkan, Jateng akan menurunkan tiga pemain muka lama yang juga menjadi andalan Jateng yaitu mantan pemain PON 2012 Fredy Agus Pramono, Doni Prasetyo dan mantan pemain nasional Ceria Nilasari. ”Mereka menjadi tumpuan untuk bisa merebut medali emas. Kami prediksikan, persaingan tetap ketat, karena Kaltim, Papua dan DKI Jakarta akan menyertakan pemain tangguhnya,” tambah Farchan kemarin.

Terkait kejurda itu ada lima kelompok umur yakni usia dini, pemula, kadet, junior dan remaja. Setiap kelompok umur mempertandingkan tunggal putra-putri dan beregu. Dia memperkirakan, tuan rumah Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Klaten, Cilacap dan Banyumas akan bersaing ketat. (bas/smu)