LEBIH DICARI: Seorang konsumen melihat-lihat salah satu produk mesin cuci premium di Atlanta Elektronik, kemarin. Ketika harga BBM bersubsidi naik, penjualan elektronik premium justru naik meski tidak signifikan. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)
LEBIH DICARI: Seorang konsumen melihat-lihat salah satu produk mesin cuci premium di Atlanta Elektronik, kemarin. Ketika harga BBM bersubsidi naik, penjualan elektronik premium justru naik meski tidak signifikan. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)
LEBIH DICARI: Seorang konsumen melihat-lihat salah satu produk mesin cuci premium di Atlanta Elektronik, kemarin. Ketika harga BBM bersubsidi naik, penjualan elektronik premium justru naik meski tidak signifikan. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)

SEMARANG – Kenaikan harga BBM tidak memengaruhi penjualan elektronik level premium. Sebaliknya penjualan elektronik premium, mengalami kenaikan cukup signifikan, sekitar 20 persen karena harga tidak mengalami kenaikan.

Menurut Direktur Atlanta Elektronik Santoso Kurniadi, justru penjualan elektronik untuk middle-low, mengalami penurunan antara 10-20 persen. Penurunan ini terjadi karena harga elektronik untuk kelas menengah ke bawah mengalami kenaikan 3-5 persen.

“Pabrikan kini lebih fokus untuk menjual produk premium yang lebih menguntungkan. Meski demikian untuk produk low end masih disediakan,” jelas Santoso Kurniadi di sela-sela teknical meeting dengan 8 produsen elektronik, Samsung, Sharp, Panasonic, Sony, Toshiba, LG, Polytron dan Sanyo,yang akan menggelar pameran 3-14 Desember 2014, kemarin.

Masing-masing merek ini akan memamerkan produk-produk yang akan menjadi tren di tahun 2015. Pameran bertajuk “Premium Chrismas Sale ini” yang akan digelar di Mall Paragon ini khusus menyediakan produk premium. Namun bagi masyarakat yang membutuhkan produk low end dapat mengunjungi show room Atlanta di jalan MT Haryono Semarang. “Di pameran kami menyediakan banyak program menarik yang menguntungkan konsumen, seperti cashback, hadiah langsung, hadiah undian mobil , cicilan 0 persen dengan tenor 6-12 bulan dan kejutan lainnya yang diberikan Atlanta jelang akhir tahun ini,” tambahnya. Dia menargetkan penjualan naik 30 persen dari pameran akhir tahun lalu.

Sementara itu Branch Manager PT LG Electronics Indonesia, Tony Suhartono mengatakan, saat ini LG lebih fokus untuk menjual produk-produk premium, yang harganya cenderung turun. Penurunan ini dikarenakan produk premium sudah diproduksi secara massal, sehingga harga TV LED Ultra HD yang sebelumnya dijual Rp 35 juta kini hanya Rp 17 juta. “Akhir tahun ini LG juga akan menghabiskan stok, sehingga banyak program menarik yang ditawarkan di program Clearance Sale dengan diskon hingga 50 persen,” tambahnya. (tya/smu)