DEMAK – Setelah gagal berangkat kunjungan kerja (kunker) ke Bali beberapa waktu lalu, hari ini, Selasa (25/11) DPRD Demak akhirnya menjadwalkan kembali untuk kunker ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sesuai rencana, kunker atau plesir tutup tahun dalam kerangka tugas kedewanan kali ini diikuti sebanyak 50 anggota dewan.

Karena anggaran cukup besar, kalangan dewan tersebut juga didampingi petugas termasuk dari struktural di lingkungan Sekretariat Dewan (Setwan). Para wakil rakyat tersebut, akan terbang dengan pesawat menuju tiga daerah tujuan kunker. Yakni, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar. Secara teknis, anggota dewan yang terbagi dalam 4 komisi (A.B,C dan D) tersebut masing-masing di bagi menjadi dua komisi. Yakni, dua komisi ke Kabupaten Barito Kuala dan dua komisi lainnya ke Kabupaten Banjar. Kemudian, berikutnya, empat komisi bergabung menuju ke Kota Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Demak, Masykuri mengungkapkan, kunker ke daerah lain tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan anggota DPRD Demak. ”Dalam studi banding ini kita akan melihat kondisi ekonomi secara makro daerah tujuan tersebut. Misalnya saja, tentang potensi perikanan, kelautan maupun pertanian. Kemudian, potensi PAD yang tinggi dari daerah tersebut itu apa saja,” terang Masykuri selaku juru bicara didampingi Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqin, Wakil Ketua Budi Ahmadi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Hj Muliana dan Kabag Persidangan Endah Cahyarini, kemarin.

Wakil Ketua DPRD, Budi Ahmadi mengatakan, kunker tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana kerja (renja) DPRD. “Sudah sesuai renja yang ada,” ungkapnya. Terkait anggaran APBD yang digunakan untuk kunker tersebut, mereka menjawab tidak sampai Rp 500 juta.

Sekwan DPRD Demak, Muliana mengatakan, dalam kunker itu, anggota dewan tetap ada pendamping dari sekretariat dewan. “Setiap komisi ada pendamping masing-masing,” katanya. Ketua DPRD Demak, Nurul Nuttaqin mengatakan, pihaknya menargetkan APBD 2015 tuntas dan ditetapkan akhir Desember mendatang. “Pembahasan KUA-PPAS hampir selesai. Desember nanti APBD sudah bisa digedok,” ujarnya. (hib/ric)