AJAK BERWIRAUSAHA : Dari kiri, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Muslim Rahmadi, Kepala Dinpora Kendal Dwi Yanto, Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Kendal Dian Rachmawati saat seminar di SMK Muhammadiyah Weleri 3, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 AJAK BERWIRAUSAHA : Dari kiri, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Muslim Rahmadi, Kepala Dinpora Kendal Dwi Yanto, Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Kendal Dian Rachmawati saat seminar di SMK Muhammadiyah Weleri 3, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

AJAK BERWIRAUSAHA : Dari kiri, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Muslim Rahmadi, Kepala Dinpora Kendal Dwi Yanto, Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Kendal Dian Rachmawati saat seminar di SMK Muhammadiyah Weleri 3, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Rencana kebijakan pemerintah pusat melakukan moratorium pegawai negeri sipil (PNS) selama lima tahun (2015-2019) harus disikapi secara serius oleh generasi muda. Yakni para pemuda harus kreatif dengan berwirausaha sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru.

“Cara berpikir masyarakat untuk menjadi PNS itu harus di ubah dengan berwirausaha. Sebab jika kebijakan moratorium PNS disahkan maka mulai 2015-2019 tidak ada lagi peneriman tes CPNS,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kendal, Dwi Yanto di sela membuka Seminar Kewirausahaan dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna yang di helat Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kendal, Minggu (23/11).

Menurutnya, moratorium PNS merupakan salah satu cara pemerintah untuk merampingkan PNS yang memang sudah membeludak. “Satu sisi memang bagi pemerintah daerah akan mengalami kesulitan. Sebab SDM selama lima tahun masa moratorium ini pasti akan banyak yang pensiun jadi akan banyak PNS yang berkurang,” tuturnya dalam seminar yang di gelar di SMK Muhammadiyah Weleri 3 itu.

Namun menurutnya, hal itu adalah salah satu cara agar birokrasi pemerintahan bisa efektif dan efesien. Sehingga harus di pandang sebagai cara untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas para PNS dalam bekerja.

Karenanya, kepada generasi muda ataupun para orang tua agar mengubah cara pandang untuk menjadikan anaknya sebagai PNS. Melainkan harus di latih sejak dini untuk berwirausaha. Diantaranya dengan mengembangkan bakat dan ketrampilan generasi muda. “Bakat dan ketrampilan apa saja, baik bidang olahraga, karya seni, jasa maupun pembuatan produk dan sebagainya,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal, Nanang Husni Faruk. Para pemuda harus mempersiapkan sejak dini dalam berwirausaha, sebab 2015 sudah memasuki pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Nanang mengatakan, di Kendal banyak potensi daerah yang bisa di kelola dan hasilnya bisa dimaksimalkan. Seperti budi daya ikan tambak, hasil laut, pertanian dan wisata. “Hasil tambak misalnya, itu bisa dijadikan aneka ragam makanan bisa laku keras di luar negeri,” katanya.

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kendal, Dian Rachmawati mengatakan tujuan dari seminar dan pelatihan ini adalah untuk menciptakan para wirausahawan baru bagi perempuan anggota Nasyiatul Aisyiyah. “Sehingga bisa tercipta perempuan yang mandiri secara ekonomi,” kata Dian. Menurutnya, emansipasi perempuan di tengah kehidupan bermasyarakat menuntut agar perempuan bisa berperan aktif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. (bud/ric)