TUGUMUDA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ingin ada pertunjukan seni dan budaya setiap pekan di Wisma Perdamaian (wisper). Tidak perlu dalam kemasan yang megah. Asal ada aktivitas, seperti pameran atau latihan saja tidak masalah.

Hal itu diuangkapkan orang nomor satu di Jawa Tengah itu ketika mengunjungi Pekan Kreatif Obor Seni di Wisper, Minggu (23/11) kemarin. Menurut Ganjar, tempat itu bisa dijadikan wadah untuk berekspresi. ”Tak perlu sungkan mengadakan acara kesenian di sini (wisper, Red). Justru saya ingin setiap weekend, ada panggung seni. Tak harus besar. Kalau penonton yang datang cuma dua atau tiga orang juga nggak masalah. Yang penting ada tekad untuk melestarikan seni budaya,” katanya.

Bagi yang suka fotografi, lanjutnya, bisa memamerkannya. Begitu juga dengan pelukis. Ganjar menuturkan, tidak ada batasan atau syarat tertentu untuk mengikutinya. Dalam satu hari, bisa ditempati beberapa kegiatan. ”Pokoknya makin ramai makin bagus,” paparnya.

Kalau program ini sudah jalan, gubernur berharap ada semacam agenda yang dipampang di depan pintu gerbang Wisper. ”Misalkan, minggu ini bintang tamunya siapa, minggu depannya lagi siapa. Minimal ada agenda pasti dalam sebulan. Jika bisa sukes, saya janji akan mengajak seniman ternama dari luar kota atau bahkan luar negeri untuk berkolaborasi dengan para seniman Jateng,” janjinya.

Statemen gubernur itu langsung ditanggapi gembira oleh Ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Suhartono. Pihaknya berharap, rencana terebut bisa segera terealisasikan.
Sebenarnya, kata Suhartono, wacana ini sudah ada sejak 2013 silam dengan audiensi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng. ”Tapi begitu ada dukungan dari Pak Ganjar, kami semakin semangat dan optimistis,” imbuhnya.

Suhartono yang juga Ketua Panitia Pekan Kreatif Obor seni mengatakan, para seniman di Jateng memang sedang butuh wadah berkreasi. ”Karena itu, kami coba membantu lewat gelaran Pekan Kreatif Obor Seni ini,” cetusnya.

Sebelum meninggalkan acara, Ganjar diberi kesempatan untuk memberi satu atau dua gores cat ke kanvas besar yang berukuran 2×1 meter. Nantinya, goresan awal tersebut akan dilanjutkan para pelukis menjadi sebuah lukisan beraliran abstrak. Kesempatan itu tak disia-siakan gubernur. Dia menggoreskan kuas dengan tinta warna merah membentuk sebuah pola.
”Ini adalah ’G’ yang penuh cinta. Terserah ’G’-nya mau diartikan Ganjar atau apa,” tandasnya.

Event yang dihelat selama dua hari (22-23/11) ini menggandeng beberapa jenis kesenian. Seperti seni tari, musik, film, teater, seni rupa, sastra, dan dibumbui dengan lomba cipta lagu Jawa. (mg16/zal/ce1)