Berdayakan Masyarakat Kawasan Hutan

112

GUBERNURAN – Pemprov Jateng terus berupaya untuk memanfaatkan lahan di sekitar kawasan hutan di Jawa Tengah. Dan berjanji akan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatannya, agar kesejahteraan bisa bertambah dan tidak ada kemiskinan di sekitar hutan di Jateng. Sebab, berbagai potensi besar, berada di kawasan hutan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan ketahanan pangan.

Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono mengaku cukup prihatin dengan kondisi masyarakat di kawasan hutan yang miskin. Seperti di Blora serta daerah Pati. Ia berharap, agar masyarakat yang tinggal di kawasan hutan bisa sejahtera secara ekonomi dan sekaligus menjaga lingkungan sekitar. ”Jangan sampai masyarakat di kawasan hutan miskin. Jika ada yang miskin, itu kesalahan siapa? Pemerintah kan,” katanya.

Sri Puryno menambahkan, pemanfaatkan masyarakat hutan bisa dioptimalkan untuk mendukung percepatan ketahanan pangan di Jawa Tengah. Pemprov bakal menggulirkan program penanaman tanaman pangan yang digagas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberdayakan agar bisa menambah penghasilan sekaligus meningkatkan hasil produksi pangan di Jateng. Sebagai pilot project, program ini akan dilaksanakan di empat Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Yakni KPH Randu, KPH Cepu, KPH Pati, serta KPH Banyumas Timur. ”Total lahan yang akan dimanfaatkan seluas 160 hektare. Kami nanti akan menyubsidi bibit dan pupuk. Jadi nanti sebagian hasilnya digunakan untuk membeli bibit dan pupuk dan sisanya digunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kawasan hutan,” tambahnya.

Kepala Divisi Regional Perhutani Unit I Jateng, SR Slamet Wibowo mengatakan, dalam program ini masyarakat dilibatkan seutuhnya. Selain untuk ketahanan pangan, nantinya kondisi itu bisa memperbaiki ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Diakui atau tidak, sekarang ini banyak yang hidup kurang layak, padahal di hutan tersimpan sumber daya alam yang banyak. ”Jadi nanti masyarakat dilibatkan langsung. Mereka yang akan mengelolanya,” katanya.

Untuk tahap awal, tanaman pangan yang akan ditanam adalah padi dan jagung. Masyaraat akan dibantu pembibitan dan pupuk serta bisa mengelola lahan hutan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. ”Tahun depan, luas lahan yang ditanami akan bertambah 200 hektare di enam KPH lain di wilayah Jateng. Di antaranya Blora, Banyumas Barat, Surakarta,” tambahnya. (fth/zal/ce1)