DUTA CILIK: Salsabila Shafa Aura yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Keselamatan Jalan Jateng. (Eko Wahyu Budiyato/Radar Semarang)
 DUTA CILIK: Salsabila Shafa Aura yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Keselamatan Jalan Jateng. (Eko Wahyu Budiyato/Radar Semarang)

DUTA CILIK: Salsabila Shafa Aura yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Keselamatan Jalan Jateng. (Eko Wahyu Budiyato/Radar Semarang)


Salsabila Shafa Aura belum lama lalu terpilih sebagai Duta Keselamatan Jalan mewakili Jawa Tengah. Penobatan Duta Keselamatan Jalan ini dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan, Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO, Ngaliyan

BERAWAL dari motivasi dan kepercayaan yang diberikan oleh pihak sekolah, siswi kelas 5 SD Islam Al Azhar 29 Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen ini mengirimkan karya tulis berjudul ’Kecil tapi Besar’ ke panitia GRSP Indonesia (Global Road Safety Partnership). Karya tulis tersebut menceritakan pengalamannya menjaga keselamatan dan upaya menolong sesama di jalan raya.

Karya tulis inilah yang mengantarkan Salsabila Shafa Aura atau yang akrab disapa Lala untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam event Indonesia Road Safety Children Colloqium (IRSCC) 2014 yang diselenggarakan di Jakarta pada 10-14 November lalu.

Lala menjelaskan, dalam event itu dikemas dalam sesi materi di kelas maupun praktik langsung di lapangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program GRSP Indonesia dalam upaya mendidik anak-anak usia 9-12 tahun tentang prinsip-prinsip keselamatan jalan. ”Misalnya, bagaimana berjalan kaki, bersepeda, menumpang motor, serta naik mobil dengan selamat,” katanya kepada Radar Semarang.

Acara yang didukung 19 pemangku kepentingan, di antaranya WHO, Kementerian Perhubungan RI, Korps Lalu Lintas Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah, PT Jasa Marga, PMI dan beberapa sektor swasta ini bersama-sama mengampanyekan isu keselamatan anak di jalan.

Dikatakan Lala, IRSCC sendiri diikuti oleh 34 siswa SD kelas kelas 4, 5 dan 6 dari seluruh provinsi di Indonesia. Selama lima hari colloqium, Lala mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. ”Saya bisa bertemu siswa perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti lokakarya, pelatihan, dan kunjungan,” ujarnya bangga.

Pada puncak acara, Lala mempresentasikan proyek aksi keselamatan jalan sebelum dinobatkan oleh Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sebagai Duta Keselamatan Jalan. Saat penobatan itu, Ignatius Jonan berpesan agar dirinya menjadi agen perubahan bagi keselamatan jalan di mana pun berada.

”Saya merasa bangga terpilih di antara sekian juta siswa SD di Indonesia, khususnya dari Provinsi Jateng. Saya senang mendapatkan kesempatan untuk lebih memahami tentang cara-cara atau etika berlalu lintas yang menjamin keselamatan di jalan raya,” katanya.

Sebagai duta cilik keselamatan di jalan raya mewakil Provinsi Jawa Tengah, ia mengaku mengemban amanah untuk selalu membagi ilmu, pengetahuan, serta menyebarkan virus tertib berlalu lintas baik sebagai pejalan kaki, penumpang sepeda, motor maupun mobil. ”Melakukan hal kecil dengan hati yang besar, mulai dari diri sendiri, lingkungan terdekat, dan mulai saat ini juga,” tutur bijak putri pasangan Muchlisin dan Endah Wahyu Nurcahyani ini.

Siswi kelahiran 24 Juli 2004 ini mengaku sudah membuat rancangan program yang akan diterapkannya di lingkungan sekolah. Siti Fadillah, Plt Kepala SD Islam Al Azhar 29 merasa perlu mendukung langkah kecil Lala untuk menjalankan misinya sebagai duta keselamatan hingga membawa banyak manfaat. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga lingkungan sekolah dan masyarakat luas.

”Semoga pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi maupun mengampanyekan keselamatan di jalan raya, sehingga dengan saling bergandeng tangan, sinergi positif akan tercipta,” ujar Siti.

Ketua Pembina Yayasan Al Himsya yang membawahi SD Islam Al Azhar 29, Imam Syafii, mengatakan, kesadaran akan keselamatan di jalan raya harus dipupuk sejak dini. Hal tersebut untuk meminimalisasi tingginya angka kecelakaan yang didominasi anak sekolah. ”Ini sangat memprihatinkan. Karena itu, sejak dini perlu ditanamkan kesadaran akan keselamatan di jalan raya,” katanya. (*/aro/ce1)