Perbukitan Tandus Bakal Jadi Lapangan Golf

243

UNGARAN- Untuk mengatasi tanah tidak produktif di kawasan Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Pemerintah Kabupaten Semarang mengizinkan investasi berupa pembangunan lapangan Golf. Namun di lapangan Golf dan sekitarnya tersebut harus ada ruang untuk tanaman produktif. Pemerintah Kabupaten Semarang mentarget setahun setelah dikeluarkan izin lokasi harus segera dilakukan pembangunan.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, sudah ada investor yang masuk untuk membangun lapangan Golf seluas sekitar 125 hektar di kawasan Pringapus. Pihaknya juga telah memberikan ijin lokasi yakni di desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus. Menurut Bupati lokasi yang akan digunakan untuk lapangan Golf adalah tanah tandus. “Izin dari BPN (Kantor Pertanahan) sudah ada, saya juga sudah memberikan ijin lokasi untuk pembangunan lapangan golf,” tutur Bupati, kemarin.

Menurut Bupati, pembangunan lapangan golf di Pringapus cukup bagus, sebab di kawasan Pringapus terutama Wonoyoso bukan tanah pertanian yang subur. Melainkan tanah tandus dan banyak kontur berbukit-bukit. Sehingga dengan dikembangkan menjadi lapangan golf akan menjadi baik karena pihak pengembang mendatangkan tanah yang subur untuk membuat lapangan tersebut. Selain itu lapangan golf bisa menjadi daerah resapan air. “Saya rasa pembangunan lapangan golf ada positifnya, karena di sana bukan tanah pertanian subur, tanahnya tandus,” tutur Bupati .

Ditanya tentang kemungkinan hanya kamuflase para spekulan untuk menguasai tanah? Sebab kawasan Pringapus sudah dijadikan kawasan industri. Bupati menyatakan, pihaknya sudah meminta kesanggupan dari pengembang asal Surakarta tersebut untuk membangun. “Sebelum saya berikan izin lokasi saya minta kesanggupannya secara tertulis, agar dalam waktu satu tahun harus segera dibangun. Sebab khawatir jika lebih dari itu, maka akan disalah gunakan untuk lainnya (bukan untuk lapangan golf),” tandasnya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengatakan, dengan adanya lapangan golf dilihat dari sisi lingkungan menjadi terbantu untuk penataannya. Dibangunnya lapangan Golf juga tidak merubah bentang alam. Selain itu dari sisi pendapatan akan meningkat terutama dari Pajak Bumi dan Bangunan akan bertambah naik. “Nilai ekonomisnya bagi masyarakat juga cukup bagus, karena masyarakat dapat bekerja di lapangan golf dan akan meningkatkan pendapatan karena masyarakat dapat mengembangkan usaha,” tutur Soekendro. (tyo/zal)