SEMARANG – Pasar Dargo yang dijadikan lahan untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Kartini, kondisinya masih sepi. Bahkan dari total 117 pedagang, tidak ada separonya yang berjualan di Pasar Dargo. Hanya sekitar 40 pedagang, yang mau berjualan.

Sedangkan sebagian besar pedagang yang berjualan klitikan, mengaku belum berjualan di tempat tersebut lantaran khawatir tidak laku. Sementara pedagang yang sudah berjualan di Pasar Dargo mengakui, pendapatan yang diperoleh belum menyamai saat berjualan di PKL Kartini.

”Laku atau tidak, kami tetap nekat berjualan di Pasar Dargo, karena untuk menopang kebutuhan keluarga. Meski pendapatannya belum sebanding dengan di PKL Kartini. Sementara ini, masih menyesuaikan. Mudah-mudahan nantinya tempat ini banyak pengunjungnya dan lebih ramai,” ungkap pedagang makanan, Rumiyati, 46, kepada Radar Semarang, Jumat, (21/11) kemarin.

Halnya sama juga diungkapkan Pedagang Kilitikan, Sunar. Jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Dargo baru sekitar 40 pedagang. ”Pembeli barang kilitikan di sini masih sepi. Bahkan nyaris tidak ada. Lihat saja sendiri, paling yang di sini para pedagangnya saja. Mugkin belum pada tahu tempatnya,” terangnya optimistis.

Pihaknya berharap, pemerintah memublikasikan kepada masyarakat terkait perpindahan para pedagang kilitikan dari PKL Kartini ke Pasar Dargo. Menurutnya, pemerintah kurang sosialisasi terkait perpindahan tersebut. Akibatnya Pasar Dargo masih sepi pengunjung.

”Paling tidak, pemerintah mengumumkan kepada masyarakat supaya para penggemar barang klitikan mengetahui tempatnya di Pasar Dargo. Misalnya, memasang papan pengumuman di PKL Kartini, kalau pedagang sudah dipindah ke Pasar Dargo,” keluhnya.
Hal sama diungkapkan oleh anggota pengurus Paguyuban Pedagang Kartini Semarang (PPKS) Bagyo. Sebenarnya Pasar Dargo tidak layak ditempati, karena kondisi dalam ruangan tidak nyaman. Akibatnya para pengunjung tidak betah berlama-lama di dalam Pasar Dargo.

”Pemerintah memang harus membantu para pedagang menyosialisasikan kepada masyarakat terkait perpindahan dari PKL Kartini ke Pasar Dargo. Sebelumnya kami direlokasi juga mau, tidak melawan dan tidak melakukan demo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko berjanji membantu para pedagang yang sudah direlokasi ke Pasar Dargo dengan membuat papan pengumuman perpindahan pedagang dari PKL Kartini ke Pasar Dargo.

”Kami akan mengupayakan itu dan sudah membuat papan pengumuman. Paling tidak, hari Senin, papan sudah dipasang pada tempat PKL Kartini yang sebelumnya dipakai pedagang,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)