Galian C Masih Jalan, Bupati Geram

151
 MERUSAK LINGKUNGAN : Petugas Dishub Kendal menghentikan truk-truk pengangkut material Galian C yang melintas di Jalur Pantura, Kendal, Jumat (21/11) kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

MERUSAK LINGKUNGAN : Petugas Dishub Kendal menghentikan truk-truk pengangkut material Galian C yang melintas di Jalur Pantura, Kendal, Jumat (21/11) kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Meski sudah diperingatkan berulang kali, penambangan galian C illegal di sejumlah lokasi di Kendal masih nekat beroperasi. Membandelnya para penambang galian C illegal ini membuat Bupati Kendal Widya Kandi Susanti naik pitam.

Orang nomor satu di Kendal itu marah lantaran sebagai kepala daerah instruksinya sama sekali tidak diindahkan. Sebelumnya, Widya sudah memperingatkannya. Bahkan awal November lalu ia melakukan sidak ke lokasi dan meminta agar galian C yang tak berizin agar di tutup.

Mengetahui sejumlah usaha penambangan galian C masih beroperasi, Widya memerintahkan agar Satpol PP segera menindak para pelaku penambangan. “Saya perintahkan agar Satpol PP bekerja sama dengan Dishub dan jajaran Polres Kendal untuk mengadakan operasi gabungan untuk menindak galian C illegal,” ujarnya, Jumat (21/11).

Selain itu, Widya juga memerintahkan supaya menyita alat berat yang ada di sepanjang sungai Bodri. “Ini melecehkan instruksi saya untuk menutup galian C illegal tersebut,” katanya kesal. Aktivitas galian C illegal itu diketahui dari Dinas Perububungan yang berhasil menemukan truk pengangkut material galian C illegal. Yakni dari sejumlah truk pengangkut hasil galian masih melintas dengan bebas di jalan Patebon-Pegandon tersebut. Dari hasil penelusuran truk-truk tersebut rupaya berasal dari Kali Bodri, Desa Puguh, Kecamatan Pegandon.

“Aktivitas galian C illegal ini sangat tidak diperbolehkan. Galian C di sepanjang Sungai Bodri sudah saya tutup awal November lalu. Sementara sekarang masih saja terlihat truk-truk pengangkut galian beraktivitas, ini menurut saya harus segera dihentikan,” ujar Widya.

Menurutnya, Galian C liar di sepanjang Sungai Bodri sangat mengancam keberlangsungan lingkungan hidup sekitarnya. Dampak negatif lain yakni jalan di Kecamatan Pegandon mengalami rusak parah karena setiap hari melintas dump truk dengan muatan berat. “Mereka (pengusaha Galian C) tidak mengantongi izin, ini jelas salah dan harus di tindak tegas agar jera,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso mengaku pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polres Kendal setelah mendapatkan instruksi dari Bupati. “Saya langsung berkoordinasi dengan Polres Kendal untuk menghentikan laju dump truk yang nekat melintas karena aktivitas galian C sudah dihentikan Bupati,” tandasnya. (bud/ric)