ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG

LEMPONGSARI – Menghadapi datangnya musim penghujan, Badan SAR Nasional (Basarnas), Kantor SAR Semarang mulai mempersiapkan diri dengan melakukan pengecekan sejumlah peralatan untuk proses evakuasi. Peralatan tersebut di antaranya perahu karet, life jacket, tali, tabung selam, mobil angkut personel, rescue truk dan lain sebagainya.

Menurut Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono, sebenarnya pengecekan peralatan ini sudah dilakukan secara rutin dan berkala. Hanya saja, sekarang ini sepertinya musim penghujan sudah tiba. Sehingga dengan datangnya musim penghujan tersebut sejumlah potensi terjadinya bencana akan timbul. Misalnya saja banjir, tanah langsor, orang hanyut dan sebagainya. ”Selama ini kami sudah rutin melakukan siaga 24 jam, dengan datangnya musim penghujan ini kesiapsiagaan akan lebih kami tingkatkan lagi,” katanya.

Sekarang ini Kantor SAR Semarang membawahi wilayah kerja di seluruh Jawa Tengah. Berbeda dengan sebelumnya, yang membawahi dua provinsi, yakni Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. Jumlah personel yang dimiliki sebanyak 124 personel. Terbagi di Kantor SAR Semarang, Pos SAR Jepara, Pos SAR Surakarta dan Pos SAR Cilacap. Nantinya jika terjadi bencana bersamaan seperti tahun lalu, wilayah di Jawa Tengah ini akan kita bagi bagi. Pos SAR Cilacap dengan jumlah personel 19 akan mencakup Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banyumas, Purwokerto, Purbalingga dan sekitarnya. Sedangkan Pos SAR Surakarta dengan jumlah personel 15 akan membackup wilayah di Karesidenan Surakarta, yakni, Solo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan sekitarnya.

Sementara itu, lanjut Agus, untuk 15 perseonel rescuer Pos SAR Jepara akan melakukan proses evakuasi jika dibutuhkan, di wilayah karesidenan Pati dan sekitarnya. Seperti Jepara, Kudus, Pati, Demak dan wilayah sekitarnya. Di luar wilayah itu, sejumlah 57 tim rescue Kantor SAR Semarang yang akan mem-bakcup. ”Menghadapi kemungkinan yang akan terjadi, peralatan yang kita miliki di antaranya perahu karet. Di Semarang ada sedikitnya 4 perahu karet berikut motor tempelnya serta 1 unit rafting (perahu karet yang biasa dipergunakan arung jeram),” ujarnya.

”Tabung selam juga kami siapkan, peralatan ini biasa dipergunakan untuk melakukan pencarian korban di dalam air, seperti orang hanyut di sungai. Di Kantos SAR Semarang terdapat 8 set peralatan selam, sedangkan di Pos SAR kami tempatkan masing masing 2 set peralatan selam,” imbuhnya. (zal/ce1)