MEMBAHAYAKAN- Pengguna Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Babadan harus hati-hati untuk naik maupun turun karena kontruksi tangga JPO sangat curam. (PRISTIYONO/RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN- Pengguna Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Babadan harus hati-hati untuk naik maupun turun karena kontruksi tangga JPO sangat curam. (PRISTIYONO/RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN- Pengguna Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Babadan harus hati-hati untuk naik maupun turun karena kontruksi tangga JPO sangat curam. (PRISTIYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Kondisi tangga di jembatan penyeberangan orang (JPO) Babadan terlalu curam, sehingga sangat tidak nyaman dan membahayakan pengguna jembatan. Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Semarang mengubah kembali kontruksi JPO yang sempat roboh pada 24 September 2013 lantaran ditabrak tersebut.

Salah seorang pedagang kelontong pasar Babadan, Wartini, 41, warga Ungaran mengatakan, keberadaan JPO sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para pedagang maupun pembeli di pasar Babadan. Sebab jika tidak ada JPO, masyarakat kesulitan untuk lalulintas menyeberang jalan utama Ungaran-Bawen itu. Namun JPO yang selesai diperbaiki setelah rusak karena ditabrak truk menjadi kurang nyaman dan membahayakan karena terlalu curam tangga untuk naik maupun turun. “Setelah rusak dan diperbaiki jarang ada yang pakai JPO, terutama orang-orang tua. Sebab tangga untuk naik turun sangat curam, sering kali ada warga terpeleset. Belum lagi kalau musim hujan seperti ini, tentu semakin licin. Akhirnya menyeberang jalan tanpa melalui JPO. Padahal sebentar lagi di pasang median jalan, tentu kami kesulitan. Kami minta pemerintah turun tangan untuk memperbaikinya,” tutur Wartini, Kamis (20/11) kemarin.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Alil Rinenggo menanggapi masalah JPO Babadan tersebut mengatakan, keluhan masyarakat tersebut nantinya akan dibawa dalam Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Semarang. Harapannya dari forum rapat tersebut ada solusi untuk penanganan JPO. “Mudah-mudah segera ada solusi penanganannya. Kebetulan dalam forum tersebut terdiri dari sejumlah instansi terkait seperti Pemkab, Polres Semarang dan lainnya,” ungkap Alil Rinenggo.

Terpisah, Bupati Semarang, Mundjirin menyatakan pihaknya akan melakukan pengkajian keberadaan JPO tersebut. Saat ini sudah ada laporan dari Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Semarang untuk pengelolaan JPO. Ada dua alternatif untuk pengelolaannya yakni jika memungkinkan diteruskan oleh pengelola lama atau diberikan kepada pengelola baru. “Saat ini baru dibicakaran, setelah nanti ada keputusan untuk pengelolanya selanjutnya akan kita kaji,” kata Bupati. (tyo/zal)