UNGARAN- Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang akhirnya menyudahi aksi mogok masal yang dilakukan terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah angkutan umum yang sebelumnya tidak mogok beroperasi, Kamis (20/11) kembali beroperasi seperti biasanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, Prayitno mengatakan, aktifitas transportasi di Kabupaten Semarang sudah kembali normal. sejumlah angkutan mulai beraktifitas mengangkut warga yang membutuhkan. ”Sudah tidak ada mogok masal lagi, semua sudah berjalan normal seperti biasanya,” ujar Prayitno, kemarin.

Menurut Prayit, pihaknya dan Organda sudah bermusyawarah terkait masalah kenaikan BBM dan rencana kenaikan tarif. seperti yang telah ditentukan, kenaikan tarif angkutan kota maupun pedesaan sebesar 10 sampai 20 persen dari tarif sebelumnya. ”kenaikan tarif tersebut hasil musyawarah dengan Organda tanggal 19 November kemarin,” imbuhnya.

Terpisah Ketua Organda Kab. Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, pihaknya sepakat dengan kenaikan tarif tersebut, karena sudah dapat menutup biaya operasional dan sudah ada sedikit keuntungan bagi awak maupun pengusaha angkutan. Hadi juga menegaskan setelah ada keputusan rapat kenaikan tarif, seluruh awak angkutan langsung beroperasi. ”Kenaikan tarif 10 sampai 20 persen itu cukup bagus. Artinya tidak memberatkan penumpang dan tentunya kami juga sudah dapet untung,” kata Hadi. (tyo/zal)