PLEBURAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Jawa Tengah menyatakan akan memeriksa pihak Bank Mandiri terkait kasus dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Mandiri atas nama almarhumah Sri Rahayu Binti Soemoharmanto senilai Rp 8 miliar. Hal itu dilakukan untuk meruntut secara detail terkait kasus tersebut. Sehingga nantinya akan diketahui secara jelas mengenai konteks permasalahan dalam kasus ini, termasuk mengetahui apakah pencairan uang Rp 8 miliar tersebut telah sesuai prosedur atau tidak.

”Saya sudah mendengar itu, tapi besok (hari ini, Red) saya akan ke sana (Bank Mandiri, Red) agar lebih jelas,” kata Kepala Regional OJK Jateng-DI Jogjakarta Santoso Wibowo saat dihubungi Radar Semarang, Kamis malam (20/11).

Dikatakannya, kasus tersebut harus dilihat dulu. Pihaknya mengaku juga telah mendengar, bahwa uang Rp 8 miliar tersebut diambil oleh salah satu ahli waris nasabah yang telah meninggal. ”Itu memang dimungkinkan bisa ditarik oleh salah satu ahli waris,” ujarnya.

Tentunya, kata dia, hal itu ada aturan-aturan yang harus dilakukan. Jika memang ahli waris tersebut dinyatakan berhak dan memenuhi syarat-syarat sesuai ketentuan, maka pihak Bank Mandiri bisa memberikan. ”Jika ahli waris ada banyak, biasanya, syarat minimal (membutuhkan persetujuan, Red) dua ahli waris,” tandasnya.

Mengenai batasan maksimal nilai nominal penarikan, Santoso mengatakan, hal itu tergantung perjanjian awal antara pihak bank dan nasabah saat pembuatan atau pendaftaran rekening. ”Masing-masing bank punya kebijakan sendiri,” katanya.

Dikatakan, proses pencairan oleh ahli waris sudah ada aturan-aturan. Mulai pemeriksaan nama, tanda tangan, hingga ketentuan hukumnya. ”Selama ini yang saya lihat, Bank Mandiri mempunyai sistem yang baik,” ujarnya.

Ditanya mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum internal Bank Mandiri dalam pencairan dana Rp 8 miliar tersebut, Santoso mengatakan, kemungkinan pasti ada. ”Tapi kecil. Besok saya cek,” janjinya.

Sementara itu, berdasarkan sumber Radar Semarang yang enggan disebut namanya, pihak Bank Mandiri siap memberikan data-data nasabah yang dimaksud. Akan tetapi, harus memenuhi syarat sebagaimana ketentuan, di antara surat persetujuan dari empat ahli waris dan untuk pihak kepolisian harus mendapat izin dari Bank Indonesia (BI). Sejauh ini, kata sumber itu, Bank Mandiri tidak memberikan perihal data-data terkait nasabah tersebut lantaran syarat-syarat itu belum terpenuhi.

Seperti diberitakan sebelumnya, uang tabungan senilai Rp 8 miliar di rekening milik salah seorang nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jalan Pemuda No 73 Semarang, almarhumah Sri Rahayu Binti Soemoharmanto, hilang misterius. Diduga, telah terjadi pembobolan di rekening bernomor 135-00-1140118 tersebut.

Kasus ini dilaporkan salah seorang ahli waris, Widiyanto Agung Widodo, 49, warga Jalan Teuku Umar No 105 A RT 2 RW 4 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik Semarang, yang merupakan putra sulung dari Sri Rahayu. Pihak terlapor adalah Direktur PT Semarang Makmur, Teguh Santoso, 44, warga Jalan Teuku Umar No 105 A RT 2 RW 4 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, yang tak lain merupakan adik kandung pelapor. (mg5/aro/ce1)