Makin Kompetitif, Hasil Kejuaraan Merata

193
TALENTA: Para juara di kelas Anak-Anak Putri, berfoto bersama panitia setelah penyerahan medali. (SUMALI/RADAR SEMARANG)
TALENTA: Para juara di kelas Anak-Anak Putri, berfoto bersama panitia setelah penyerahan medali. (SUMALI/RADAR SEMARANG)
TALENTA: Para juara di kelas Anak-Anak Putri, berfoto bersama panitia setelah penyerahan medali. (SUMALI/RADAR SEMARANG)
BANGGA: Para pemenang di kelas Anak-Anak Putra. (SUMALI/RADAR SEMARANG)
BANGGA: Para pemenang di kelas Anak-Anak Putra. (SUMALI/RADAR SEMARANG)

WONOSOBO – Perolehan medali dalam kejuaraan Super Badminton PBSI Wonosobo yang berakhir kemarin cukup merata. Hasil pertandingan final, hampir semua klub peserta mampu menempatkan atletnya menduduki podium juara. Namun, atlet klub Mutiara cukup mendominasi menempati hasil kejuaraan dalam tiap kelas yang dipertandingkan.

Babak final Super Badminton PBSI Wonosobo yang dilangsungkan Rabu (19/11) siang hingga malam berlangsung seru dan ketat. Para finalis bertanding mati-matian di babak pamungkas tersebut

Slamet Riyanto Sekretaris PBSI Wonosobo mengatakan, dari hasil pertandingan final terdapat lima klub yang sejak awal bersaing ketat. Yakni Mutiara, BST, ABS dan Baker serta pendatang baru klub SMP 1 Wonosobo. Lima klub ini, atletnya menempati posisi tiga besar dari tiap kelas. “Lima klub ini mendominasi babak final, termasuk pendatang baru dari SMP 1 Wonosobo,” katanya.

Dari hasil pertandingan, kata Slamet, untuk medali emas tersebar hampir merata di tiap klub. “Untuk gelar juara 1 dari tiap kelas, merata hampir tiap klub dapat juara satu,” katanya. Namun, kata Slamet, apabila dilihat dari peringkat tiga besar dari tiap kelas. Klub Mutiara cukup mendominasi, karena sebanyak 11 atletnya lolos ke peringkat tiga besar. “Dengan demikian, menunjukan kualitas antar klub cukup kompetitif,” katanya.

Ketua Harian PBSI Wonosobo Edy Sugiarto menambahkan, melalui ajang lomba ini, diharapkan akan mampu terus meningkatkan kemampuan para bibit atlet badminton asal Wonosobo. dengan diselenggarakannya secara rutin, pihaknya meyakini akan mampu memicu kemampuan atlet dalam bertanding. “Semakin sering berada dalam kompetisi, maka kualitas bibit atlet akan terus meningkat,” katanya.

Untuk itu, Edy berharap ke depan ajang serupa bisa diselenggarakan kembali oleh Djarum Foundation, agar perkembangan atlet badminton terus tumbuh dan meningkat. “Kami berharap kepedulian dari Djarum disertai kepedulian dari Pemkab Wonosobo, karena ini bagian dari pembinaan atlet potensial,” pungkasnya. (ali/smu)