DIRINGKUS- Bandar judi dadu, Rujito di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad menunjukan peralatan judi dadu dan uang hasil perjudian. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 DIRINGKUS- Bandar judi dadu, Rujito di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad menunjukan peralatan judi dadu dan uang hasil perjudian. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DIRINGKUS- Bandar judi dadu, Rujito di hadapan Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad menunjukan peralatan judi dadu dan uang hasil perjudian. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Arena judi dadu kopyok Bangjo atau biasa disebut Cliwik yang digelar di teras Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, digerebeg petugas Polres Semarang. Penggerebegan tersebut membuat para pemain judi lari tunggang langgang, sedangkan bandarnya bernama Rujito, 40, warga Jalan Sembojosari RT 9 RW 11, Kelurahan Kutowinangun, Kota Salatiga berhasil ditangkap.

Polisi berhasil menyita barang bukti berupa peralatan perjudian seperti terpal bergambar untuk tempat pasang taruhan, 4 mata dadu lengkap dengan tempurung kelapa untuk menkocok dadu. Selain itu Polisi juga menyita uang sebesar Rp 83 ribu hasil perjudian. Guna pemeriksaan lebihlanjut, tersangka dijebloskan ke dalam penjara Mapolres Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad mengatakan, penggerebegan arena judi dadu berawal dari adanya hiburan rakyat di Desa Cukilan. Kebetulan saat itu anggota Polsek Suruh dan Polres Semarang melakukan patrol dan melihat ada arena judi yang digelar malam di teras gedung PAUD Desa Cukilan, Sabtu (15/11) pukul 21.30. Saat itu juga petugas langsung melakukan penggerebegan. “Anggota langsung menggerebeg arena judi itu. Sejumlah pemasang pada kabur dan bandarnya berhasil kita tangkap. Tersangka akan kita jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian,” tutur Kapolres, Kamis (20/11) kemarin.

Tersangka Rujito mengaku menggelar perjudian dadu setiap kali ada keramaian, seperti kegiatan hiburan rakyat di desa-desa. hari desa omzet judi dadu minimal Rp 100 ribu lebih setiap malamnya. Biasanya para pemasang judi dadu tersebut para pengunjung arena hiburan rakyat yang digelar panitia di desa Cukilan.“Sebenarnya saya hanya buruh serabutan. Kebetulan nyambi cari uang tambahan dengan menggelar judi dadu ini,” tutur Rujito. (tyo/zal)