Betonisasi Jalan Capai 99 Persen

122
AKSES BARU: Jembatan baru Desa Pasir, Kecamatan Mijen (sebelah kiri) membentang di atas Sungai Wulan. Jembatan tersebut sudah jadi namun belum difungsikan. (wahib pribadi/radar semarang)
 AKSES BARU: Jembatan baru Desa Pasir, Kecamatan Mijen (sebelah kiri) membentang di atas Sungai Wulan. Jembatan tersebut sudah jadi namun belum difungsikan. (wahib pribadi/radar semarang)

AKSES BARU: Jembatan baru Desa Pasir, Kecamatan Mijen (sebelah kiri) membentang di atas Sungai Wulan. Jembatan tersebut sudah jadi namun belum difungsikan. (wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK-Betonisasi jalan penghubung antar desa di wilayah Demak sudah banyak yang tercover. Dari 997 kilometer jalan desa, 99 persen dinyatakan telah mulus dengan sistem betonisasi. Sedangkan dari 425 kilometer jalan kabupaten kini tinggal 15 persen yang belum dibetonisasi.

Demikian disampaikan Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR, kemarin. Menurutnya, untuk jalan kabupaten yang masih tersisa itu akan diselesaikan hingga 2016 mendatang. “Untuk kondisi jalan di Demak ini, utamanya antar desa maupun kabupaten sudah bisa diakses dengan baik,” ungkap dr Singgih.

Selain itu, banyak jembatan yang dibangun juga sudah rampung dikerjakan. Misalnya saja, jembatan Desa Bungo, Kecamatan Wedung dan jembatan Desa Pasir, Kecamatan Mijen. Karena itu, meski sudah banyak capaian jalan yang dibeton, namun pemkab tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang belum dibangun.

Disis lain dr Singgih mengungkapkan, sudah 8 tahun sejak zaman (alm) Bupati Tafta Zani, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) diminta mengencangkan ikat pinggang demi mengutamakan infrastruktur jalan. Bahkan, kini pemkab sudah mulai menata dan membangun kawasan kota. Mulai Alun-alun, kawasan masjid, parkir Tembiring dan sekitarnya. “Kemudian, 2015 kita mulai menata perkantoran,” katanya.

Karena itu, pemkab pada APBD 2015 ini mengusulkan pembangunan beberapa gedung perkantoran, utamanya gedung Kantor Inspektorat. Sebab, gedung yang lama berdiri diatas lahan PT KAI yang kini telah dilakukan pengukuran ulang. Sesuai rencana, gedung Inspektorat termasuk gedung Radio Suara Kota Wali (RSKW) dan Pramuka juga akan dipindah. “Semua menempati tanah PT KAI sehingga kita utamakan untuk dipindah dan dibangun yang baru ditempat yang lain,” jelasnya.

Menurutnya, gedung Inspektorat dan lainnya akan dibangun di atas lapangan tenis belakang pendipo dan sekitarnya. Sedangkan, lapangan tenis akan dipindah ke lokasi yang lain. “Jadi, fokus tetap pada infrastruktur. Namun, kita juga butuh perkantoran yang layak sehingga ada keseimbangan,”jelas dr Singgih. (hib/zal)