Pendidikan Seks Dini Jadi Pembatas

140

KENDAL—Masa remaja atau masa peralihan dari anak-anak ke dewasa merupakan masa labil. Pada masa tersebut ada tiga persoalan yang cukup kompleks yang perlu diwaspadai. Yakni seks bebas, penyalahgunaan narkotika dan HIV AIDS.

“Masalah seks misalanya, marak terjadi kehamilan diluar nikah, aborsi, jasa seks yang berakibat pada Infeksi Menular Seksual (IMS),” ujar Ketua PC IPPNU Kabupaten Kendal Ida Nur Cholifah disela seminar Pendidikan Seks Pada Remaja di Pusat Informasi dan Koseling-Remaja (PIK-R) KUWAT PC IPPNU Kabupaten Kendal, kemarin.

Ida mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat. Hal itu ditunjang dengan rasa ingin remaja yang menggebu-gebu. Sehingga jika tidak ada kontrol, maka bisa terjerumus pada arus yang salah. “Dorongan-dorongan atau rasa ingin tahu itu jika posotif maka membawa dampak baik. tapi jika negatif, menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan. Termasuk dalam seks bebas dan berganti-ganti pasangan,” ungkapnya.

Dosen IAIN Walisongo Lutfiah, pemateri lain menyampaikan bahwa dalam Islam itu ada ta’aruf. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena pada usia remaja rasa keingintahuanya tinggi. “Jangan pernah ragu untuk menjaga diri, karena wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.” katanya.

Menurutnya, lebih tepat jika pendidikan seks harus diberikan sejak dini. Sehingga rasa penasaran atau menganggap seks bagai hal tabu ketika anak remaja tidak menjadi persoalaan. “Mereka mengetahui batasan-batasan mana yang berisiko dan mana yang oleh dilakukan,” tandasnya. (bud/zal)