Pastikan Kenaikan Harga Tak Signifikan

188
PANTAUAN HARGA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau harga sembako di Pasar Jrakah, Rabu (19/11) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 PANTAUAN HARGA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau harga sembako di Pasar Jrakah, Rabu (19/11) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

PANTAUAN HARGA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau harga sembako di Pasar Jrakah, Rabu (19/11) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

JRAKAH – Menyikapi kenaikan BBM, Wali Kota Hendrar Prihadi langsung memantau harga sembako di sejumlah titik. Seperti yang dilakukan Rabu (19/11) kemarin di Pasar Jrakah.

”Pantauan di beberapa titik penjualan sembako memang ada kenaikan, tapi tidak drastis. Hanya cabai yang naiknya tinggi. Itu bukan karena bensin naik, tapi karena suplai berkurang. Yang biasanya Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 55-60 ribu. Yang lainnya baik stok maupun harga masih terkendali,” terang wali kota di sela pantauannya di Pasar Jrakah.

Menurutnya, dalam sidak tersebut ada beberapa yang menjadi prioritas Pemkot Semarang. Adalah segi transportasi umum dan sektor perdagangan, utamanya sembako. Usai pantauan dan sidak, wali kota memastikan tidak ada kenaikan harga yang signifikan terkait bahan makanan pokok. Selain itu, dia menjamin ketersediaan bahan pokok yang ada di pasaran.

Murifa, 46, pedagang sembako Pasar Jerakah mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok hampir semuanya mengalami kenaikan. Seperti gula harganya naik saat ini hampir Rp 10.000/kuintal. Sedangkan telur juga naik dari Rp 16.500 menjadi Rp 17.500/kilogram.

Tanti, 35, pedagang lainnya, mengatakan, adanya kenaikan harga BBM, semakin menambah sepi pembeli. ”Kenaikan harga BBM telah membuat harga barang dagangan yang dijualnya naik rata-rata Rp 3.000 sampai Rp 4.000/kilogram,” katanya. (zal/ida/ce1)