SEMARANG – Tingginya kesadaran masyarakat menyumbangkan darahnya, menjadikan stok darah hingga akhir tahun 2014 ini, aman. Pendapatan darah dari kegiatan donor darah mampu menyuplai sekitar 200 sampai 250 kantong darah per hari. Sedangkan kebutuhan setiap bulannya, PMI Kota Semarang membutuhkan 7 ribu-8 ribu kantong darah.

”Persediaan darah paling langka ketika masuk pada Ramadan. Lantaran stigma masyarakat yang menganggap jika melakukan sumbang darah akan lemas hingga dapat membatalkan puasa. Padahal, permintaan darah setiap harinya tidak turun alias tetap,” kata Ketua UDD PMI Kota Semarang, dr Anna Kartika di sela-sela kegiatan donor darah di Star Hotel Semarang, Rabu (19/11) siang kemarin.

Dijelaskan, meski beberapa bulan lalu biaya pengolahan darah naik, namun kebutuhan masyarakat dan permintaan darah tetap tinggi. Dirinya mengapresiasi banyaknya elemen masyarakat dan pihak perhotelan yang melakukan kegiatan donor darah. ”Kami siap mengawal dan memberikan bantuan ketika ada yang membutuhkan. Kami harap masyarakat mau mendonorkan darahnya secara sukarela, karena donor juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh,” harapnya.

Sementara itu, Manager HRD Star Hotel Semarang, Eka Widayana mengatakan bahwa pihaknya menargetkan 75 kantong darah. ”Kami wajibkan setiap karyawan untuk menyucikan diri sekaligus memeriahkan agenda ulang tahun dengan acara sumbang darah,” tambahnya. (den/ida/ce1)