PAKAI KURSI RODA: Terdakwa Rina Iriani saat dibawa menuju LP Wanita Bulu Semarang usai mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
 PAKAI KURSI RODA: Terdakwa Rina Iriani saat dibawa menuju LP Wanita Bulu Semarang usai mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

PAKAI KURSI RODA: Terdakwa Rina Iriani saat dibawa menuju LP Wanita Bulu Semarang usai mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Sidang kasus dugaan korupsi bantuan subsidi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar 2007-2008 dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (18/11). Meski sebelumnya terdakwa dinyatakan sakit dan harus dirawat di RSUP dr Kariadi, yang bersangkutan kembali menghadiri persidangan dengan menggunakan kursi roda.

Saat Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto hendak membuka persidangan, terlebih dahulu menanyakan kondisi kesehatan terdakwa. Rina pun menjawab masih merasakan sakit pada kepala dan badan. Meski begitu, ia mengaku tetap siap mengikuti persidangan.

Mendengar jawaban tersebut, majelis hakim kemudian meminta pertimbangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa.

Koordinator JPU, Sugeng Riyanta meminta supaya persidangan dilanjutkan, karena kondisi terdakwa Rina telah dinyatakan sehat berdasarkan keterangan dokter. Sementara itu, salah satu penasihat hukum terdakwa, Slamet Yuwono meminta supaya mejelis hakim menunda persidangan mengingat kondisi kliennya masih lemah setelah keluar dari RSUP dr Kariadi.

Menanggapi perbedaan pendapat itu, majelis hakim meminta waktu untuk bermusyawarah dengan anggota hakim Gatot Susanto dan Kalimatul Jumro. Setelah bermusyawarah sekitar satu menit, diputuskan untuk menunda persidangan hingga Selasa (25/11) depan dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli dari JPU. ”Memerintahkan JPU untuk menghadirkan terdakwa dan saksi-saksi pada persidangan selanjutnya,” ucap hakim ketua sebelum mengakhiri persidangan.

Usai persidangan, tim dari kejaksaan langsung membawa terdakwa menuju mobil untuk selanjutnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Bulu, Semarang. Hal ini guna melaksanakan perintah majelis hakim yang pada pekan sebelumnya menetapkan terdakwa untuk ditahan.

”Karena hari ini (kemarin) terdakwa telah dinyatakan sehat dan boleh pulang oleh tim dokter RSUP dr Kariadi, maka hari ini juga kami laksanakan perintah penahanan di LP Wanita Bulu Semarang,” ujar Koordinator JPU, Sugeng Riyanta.

Disinggung berapa lama terdakwa akan ditahan, Sugeng menjelaskan secara administratif selama 30 hari ke depan. Terhitung mulai 11 November hingga 10 Desember 2014. Adapun selanjutnya diserahkan kepada majelis hakim. ”Terdakwa ditahan dengan nomor register B-521/60.3.3/Pt.1/11/2014,” katanya.

Seperti diketahui, Kamis (13/11) lalu, pihak kejaksaan telah berupaya mengeksekusi dengan menahan mantan orang nomor satu di Karanganyar itu sesuai dengan perintah majelis hakim. Namun upaya eksekusi itu ditolak pihak LP Wanita Bulu Semarang lantaran JPU tidak membawa surat keterangan sehat dari RS di mana terdakwa dirawat. Saat ini, terdakwa usai dirawat di RS Bhayangkara sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUP dr Kariadi Semarang. (fai/aro/ce1)

JS: Ditahan selama 30 Hari