Diduga Bermotif Dendam

212
Dian Dwi Puryani. (DOK/RADAR SEMARANG)
Dian Dwi Puryani. (DOK/RADAR SEMARANG)
Dian Dwi Puryani. (DOK/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Setelah sepekan lebih sempat kehilangan jejak pelaku pembunuhan Dian Dwi Puryani, 30, yang ditemukan tewas di hutan wisata Tinjomoyo, Gunungpati, Semarang, tim khusus jajaran Polrestabes Semarang mulai memperoleh benang merah. Diduga kuat, motif pembunuhan terhadap mantan karyawati roti Swiss itu dilatarbelakangi oleh dendam. Polisi sudah mengantongi sejumlah nama, namun mengenai bukti-bukti yang menunjukkan siapa pelaku masih terus dikumpulkan.

”Motifnya diduga kuat karena dendam. Hal itu berdasarkan analisis dari temuan fakta-fakta dalam kejadian pembunuhan tersebut,” ungkap Plt Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono ditemui Radar Semarang di Mapolrestabes Semarang, Selasa (18/11).

Di antara fakta itu, korban saat ditemukan dalam kondisi mulut disumpal celana dalam. Berikutnya leher korban dijerat menggunakan bra. ”Fakta itu menunjukkan kalau pelaku melakukan pembunuhan dalam kondisi emosi tingkat tinggi,” bebernya.

Dikatakannya, pembunuhan tersebut diduga kuat telah direncanakan dengan matang. Posisi tubuh korban saat ditemukan tertata rapi. ”Tidak ada darah tercecer,” katanya.

Jika diketahui motif dendam, akan sangat mengerucut bahwa pelaku sudah mengenal korban sebelumnya. Jika tidak mengenal, sangat kecil kemungkinan korban diajak ke tempat yang cukup jauh. ”Diduga pelaku bersama korban datang bersama di tempat tersebut. Eksekusi pembunuhan juga dilakukan di sekitar lokasi ditemukan,” jelasnya.

Jika pembunuhan dilakukan di tempat lain, akan sangat kecil kemungkinan karena akses jalan menuju tempat tersebut rentan diketahui warga sekitar. Selain itu, gang kecil ke tengah hutan Tinjomoyo itu hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor. ”Tapi semua itu masih terus kami dalami,” katanya.

Pihaknya juga melibatkan anjing pelacak untuk mengendus jejak pelaku. Senin (17/11) lalu, sejumlah petunjuk dari hasil olah tempat kejadian perkara juga akan membantu mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis terhadap ibu dua anak warga Kaliwiru II No 45 RT 05 RW 02, Kaliwiru, Candisari, Semarang, yang ditemukan pada Selasa (11/11) lalu tersebut. (mg5/aro/ce1)