Bongkar Muat Peti Kemas Tumbuh 18 Persen

138
TERUS MENINGKAT: Volume bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang terus menunjukkan kenaikan seiring ditingkatkannya fasilitas dan pelayanan untuk konsumen. (DOK/RASE)
 TERUS MENINGKAT: Volume bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang terus menunjukkan kenaikan seiring ditingkatkannya fasilitas dan pelayanan untuk konsumen. (DOK/RASE)

TERUS MENINGKAT: Volume bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang terus menunjukkan kenaikan seiring ditingkatkannya fasilitas dan pelayanan untuk konsumen. (DOK/RASE)

SEMARANG – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mencatat arus bongkar muat hingga pertengahan November ini telah mencapai 503.785 Teus, atau tumbuh 18 persen dari tahun lalu yang total mencapai 497.017 hingga akhir Desember.

General Manager TPKS Iwan Sabatini mengatakan, capaian tersebut terdiri dari bongkar muat internasional sebesar 482.964 Teus, sedangkan bongkar muat domestik berkontribusi sebanyak 20.785 Teus. “Transaksi tersebut, sampai akhir tahun 2014 diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 578.000 Teus,” tandasnya, kemarin (17/11).

Pertumbuhan tersebut disumbang dari peti kemas domestic yang per bulannya meningkat rata-rata 2000 box. Demikian halnya dengan bongkar muat internasional yang terus tumbuh sejalan dengan meningkatnya industri dan produk ekspor impor di Jawa Tengah. “Kami harapkan untuk domestic sendiri agar para pelaku usaha dapat mengoptimalkan angkutan laut. Seperti dari Jakarta ke semarang maupun hingga Surabaya. Sehingga beban pantura juga dapat mulai dikurangi kepadatan dan kerusakan jalan,” jelasnya.

Bongkar muat peti kemas sendiri diprediksi akan terus tumbuh, terlebih dalam menghadapi pasar global maupun MEA. Untuk itu, TPKS saat ini tengah menyiapkan fasilitas perpanjangan dermaga 105 meter yang total akan menjadi 600 meter. “Perpanjangan dermaga ini ditargetkan akan mulai beroperasi akhir tahun 2015. Selain itu kami juga menambah lapangan penumpukan seluas 5,3 Ha. Sehingga total nanti akan mencapai 30 Ha. Hal ini untuk antisipasi laju pertumbuhan yang diperkirakan mencapai 1 Juta Teus pada 2018 mendatang,” ujarnya.

Selain itu, dari segi sumber daya manusia pihaknya juga terus meningkatkan melalui kualitas pelayanan berupa menjaga kinerja produksi tetap baik yaitu Box/Crane/ Hour adalah 24 box/ jam atau Box/Ship/Hour adalah 36 box/ jam Kemudian kesiapan alat dengan penambahan 11 Automatic RTG, 10 New Trailer dan 2 Container Crane.

Hal lain yang kami lakukan, lanjutnya adalah melakukan Road Show atau kunjungan ke sentra-sentra industry di Jawa Tengah bersama GPEI dan ALFI/ ILFA Jateng utk mengetahui kendala-kendala layanan dan rencana pengembangan berbagai industry tesebut. “Dengan sistem ini, kami berharap bisa lebih mengantisipasi pertumbuhan yang kian pesat di Jateng,” tegasnya. (dna/smu)