MASIH BERSERAKAN: Proyek Taman Pandanaran Semarang yang pekerjaannya masih mencapai 60 persen. Padahal pembangunannya tinggal menyisakan waktu sebulan lebih. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

MASIH BERSERAKAN: Proyek Taman Pandanaran Semarang yang pekerjaannya masih mencapai 60 persen. Padahal pembangunannya tinggal menyisakan waktu sebulan lebih. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Proyek pembangunan Taman Pandanaran yang berdiri di atas bekas lahan SPBU Pandanaran dinilai lamban. Pasalnya, progres pekerjaan yang harus terselesaikan pada akhir Desember 2014 ini, baru mencapai 60 persen.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Wahid Nurmiyanto, menilai, pembangunan Taman Pandanaran yang menggunakan anggaran APBD Murni 2014 mencapai Rp 1,886 miliar itu seharusnya sudah mencapai 85-95 persen proses pengerjaan. Bahkan, pambangunan yang hanya menyisakan waktu sebulan lebih ini seharusnya masuk dalam tahap finishing.

”Harusnya pekerjaan tinggal finishing. Namun pengerjaan baru 60 persen. Kalau menurut saya itu mengalami keterlambatan,” ujarnya kepada Radar Semarang, Senin (17/11) kemarin.

Dikatakan, seharusnya pengerjaan proyek Taman Pandanaran di atas lahan seluas 6.000 m2 itu diperlukan schedule awal, atau jadwal pelelangan serta dimulainya pengerjaan. Sehingga pengerjaan nantinya bisa tepat waktu.

”Ya, kalau memang waktunya dimulai awal tahun bisa saja ada waktu luas. Tapi, kalau dikerjakan pada waktu yang singkat, pemborong harus benar-benar serius mengerjakan dan menyelesaikan tepat waktu,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki, mengatakan, pembangunan Taman Pandanaran yang baru berjalan 60 persen sudah sesuai dengan schedule. Pembangunan taman yang dihias patung Warak Ngendog itu akan selesai pada akhir Desember mendatang.

”Dari Surat Keputusan Kerja (SPK) dipastikan pembangunan taman rampung 28 Desember 2014, dan pengerjaan itu sudah sesuai dengan schedule,” terangnya

Pihaknya berharap, pembangunan taman yang nantinya akan menjadi ikon baru Kota Semarang tersebut selesai sesuai jadwal. ”Kalau tidak selesai kan yang rugi pelaksana pekerjaan. Mereka hanya mendapat pembayaran sesuai dengan jumlah total pencapaian pekerjaan itu. Bahkan nantinya kalau tidak selesai dipastikan bisa di-blakclist,” tegasnya.

Penanggung jawab proyek Taman Pandanaran, Budi Cahyono, mengakui, pembangunan Taman Pandanaran baru berjalan 60 persen. Meliputi pekerjaan proses pembersihan sekitar 20 persen, pembetonan 20 persen, dan proses pembuatan patung baru sekitar 17 persen. ”Kalau ditotal seluruh proses fisik pembangunan baru 60 persen. Tinggal pengerjaan finishing dan pemasangan pompa air,” katanya.

Taman Pandanaran, kata dia, nantinya merupakan bangunan simpul penghubung antara Tugu Muda, Simpang Lima, Taman Menteri Supeno (Taman KB) dan Gedung Olahraga Tri Lomba Juang. Konteks bangunan penghubung ini diharapkan untuk mempermudah akses para pengunjung atau wisatawan pejalan kaki yang mengelilingi jantung Kota Semarang.

”Istilahnya centrum connector. Penghubung antara Tugu Muda, Simpang Lima, Taman Menteri Supeno (Taman KB), dan GOR Tri Lomba Juang. Nantinya dalam taman akan ada unsur pohon yang berfungsi untuk penghijauan, mini theater, area permainan, dan air mancur,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan Taman Pandanaran terkendala proses lelang yang sampai empat kali. Sehingga pihaknya baru bisa mengerjakan pembangunan pada September 2014. Padahal seharusnya pembangunan bisa dimulai pada Juni 2014.

”Memang pada awalnya lahan tersebut masih bermasalah. Bahkan kami juga baru bisa memenangkan lelang pekerjaan tersebut pada lelang yang keempat. Sehingga proses pengerjaan baru bisa dikerjakan pada September 2014,” kata kontraktor dari CV Pikanova ini. (mg9/aro/ce1)