Mabuk, Mahasiswa UKSW Nyaris Dimassa

166

SALATIGA – Salah satu mahasiswa UKSW nyaris menjadi sasaran amukan massa di sekitar tempat kosnya, kemarin. Kejadian itu bermula saat oknum mahasiswa tersebut mabuk dan mengamuk di tempat kosnya. Kejadian dipicu saat seorang warga disebutkan menjadi korban pemukulan.

Ketua RW 11 Kemiri, Wiyono, 65, menuturkan, peristiwa terakhir terjadi akibat akumulasi kemarahan warga karena tempat kos – kosan di RT 05 tersebut yang dinilai sering digunakan untuk kegiatan mabuk – mabukan. “Ada oknum mahasiswa yang kos disini dan bersama temannya. Kemudian mereka mabuk dan membuat onar dan akhirnya terjadi gesekan dengan warga,” terang Wiyono.

Warga yang sudah emosi akhirnya berkumpul dan jumlahnya mencapai ratusan. Wiyono berusaha sekuat tenaga untuk meredam amukan warga. Hingga akhirnya polisi datang melerai agar tidak terjadi amuk massa. Namun mahasiswa yang mabuk tadi malah mengancam dan menyebut jika ayaknya juga aparat. Ancaman itu makin membuat warga emosi.

Lebih jauh Wiyono mengeluhkan beberapa kos – kosan di Kemiri dinilai sering digunakan untuk mabuk – mabukan dan mesum. Sebelumnya Wiyono mengaku pernah menutup kos -kosan berisi 72 kamar yang digunakan untuk praktek mesum. “Lha waktu saya grebek bersama warga, katanya penghuninya mahasiswi UKSW, ternyata malah isinya PK,” jelasnya.

Ia juga menerangkan jika 2 minggu lalu, Mahasiswa UKSW asal luar Jawa mencekik warga Kemiri, sehingga hampir menjadi bulan – bulanan masa. Setelah digelandang ke Polres, mahasiswa itu diusir dari kos – kosan.

Sementara itu pihak kampus belum bisa diperoleh konfirmasinya. Staf humas UKSW Anggraeni Upik menjelaskan, Selasa (18/11) akan ada penjelasan resmi dari kampus.(mg14/sas/zal)